Keamanan berlapis dompet digital

Majalah Warta Ekonomi - Edisi 01/XXIX/2019
7 Januari 2019

Majalah Warta Ekonomi - Edisi 01/XXIX/2019

Pembayaran dengan QR Code di Vending Machine milik BluePay ini menerapkan OTP. / Foto : Agus Aryanto

Warta Ekonomi
Kendati semakin populer, pembayaran elektronik menggunakan metode QR Code masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Aspek keamanan masih menjadi tanda tanya besar yang membuat mereka enggan menggunakannya. Akhirnya, mereka masih lebih percaya menyimpan uang di dompet kulit mereka.

Dalam hal keamanan, pertanyaan yang sering muncul seperti, apakah uangnya tidak akan raib di dalam dompet itu? Apabila smartphone mereka hilang, apakah uangnya masih tetap ada ketika memasang kembali aplikasi tersebut di perangkat baru? Keraguan lainnya muncul saat melakukan pembayaran, apakah transaksi akan selalu berhasil?

Bagaimana kalau kemudian gagal? Jika itu pertanyaannya, mengapa orang tidak ragu memasang mobile banking? Bisa jadi di sana tersimpan uang yang lebih besar. Sama halnya seperti mobile banking, untuk masuk ke dalamnya dan bertransaksi dibutuhkan personal identification number (PIN) atau password. Dompet digital justru memiliki keamanan berlapis, sebutlah Go-Pay.

Mereka menerapkan one time password (OTP) atau kata sandi sekali pakai–dikirim melalui SMS ke nomor yang didaftarkan. Itu untuk memastikan bahwa yang mengakses aplikasi adalah pemilik nomor.

Demikian juga yang dilakukan oleh OVO, penyelenggaraan uang elektronik milik Lippo Grup ini menjamin apabila smartphone hilang maka saldo tersimpan akan terjaga oleh sistem. Untuk mendapatkannya kembali, pengguna cukup menginstall ulang aplikasi dan kemudian log in sesuai dengan akun email dan nomor telepon yang terdaftar.

Majalah Warta Ekonomi dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI