Albert Lucius: Siasat OVO mengikis dominasi uang tunai

Majalah Warta Ekonomi - Edisi 01/XXIX/2019
7 Januari 2019

Majalah Warta Ekonomi - Edisi 01/XXIX/2019

Albert Lucius, Chief Product Officer OVO, menyampaikan 4 hal yang menjadi tantangan di industri e-money.

Warta Ekonomi
Meski sudah menjadi pemain dominan di industri uang elektronik (e-money), OVO merasa lawan mereka bukanlah sesama, melainkan sistem pembayaran tunai (cash society). Maklum saja, berdasarkan catatan Bank Indonesia, jumlah transaksi tunai masih sangat tinggi, berkisar 76%. Bahkan jika mengacu pada data World Bank, angkanya lebih besar lagi sekitar 90%.

Masyarakat utamanya adalah pedagang kaki lima dan mereka yang berada di pasar basah, masih nyaman melakukan transaksi tunai. Seiring waktu, OVO mulai memeroleh kepercayaan masyarakat. Itupun masih susah-susah gampang dan perlu upaya ekstra. OVO sangat telaten saat melakukan edukasi ke masyarakat melalui booth atau kios bahwa uang mereka disimpan dalam platform e-money yang tidak akan pernah hilang.

Cara pengenalannya pun ditempuh dengan memberikan promo cashback agar mereka mau mencoba dan berujung ketagihan sehingga repetitive user akan terus meningkat. Pemberian reward atau poin pun menjadi salah satu cara untuk menarik minat masyarakat, OVO berharap seiring berjalannya waktu adopsi e-money bisa semakin meluas ke seluruh pelosok Indonesia.

Apalagi, ada dua up-side risk yang digadang-gadang bakal mengubah lanskap industri e-money ke depan agar berlari lebih kencang. Pertama, teknologi QR Code yang saat ini standarnya sedang difinalisasi oleh BI. Adanya kemungkinan peluang kerja sama dengan pelaku asing, seperti WeChat dan Alipay bisa membuat penetrasi e-money semakin besar di Indonesia.

Dari sisi ekosistem, regulator menyiapkan aspek interoperabilitas dan interkoneksi yang sejalan dengan prinsip open system OVO. Namun, keberhasilan bersaing memperebutkan cash society ini yang ujung-ujungnya akan diukur dari customer adoption. Seberapa banyak konsumen dan besaran volumenya.

Majalah Warta Ekonomi dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI