Terapi target untuk lawan kanker

Majalah Womens Obsession - Edisi 03/2018
26 Maret 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 03/2018

Pita kanker / Foto : istimewa

Womens Obsession
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia maupun di dunia. Menurut data dari Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI 2015, kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia dan menempati peringkat tujuh di Indonesia.

Bahkan di tahun 2013 saja, prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0,14 % (347.792 orang) dari total populasi penduduk. Sedangkan menurut prediksi World Health Organization (WHO), pada 2030 di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat. Kanker paru, hati, usus, kolorektal, payudara, dan serviks adalah beberapa jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia.

Penyebabnya bukan hanya dari gen kanker yang diturunkan oleh keluarga, tetapi memang setiap manusia memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Sel ini tidak aktif pada tubuh yang sehat, namun jika kita cenderung melakukan pola hidup yang buruk, baru akan aktif. “Sel kanker sebenarnya adalah sel normal yang akhirnya berevolusi, karena pertumbuhannya, gaya hidup yang tidak sehat, ataupun bisa diturunkan dari gen orangtua.

Ini tidak akan aktif jika kita memerhatikan asupan gizi,” ungkap dr. Wong Seng Weng dari Singapore Medical Center. “Kanker adalah sel yang sangat cepat dan abnormal. Dapat menyebar ataupun menyerang sel normal lain dan tidak memiliki waktu tenggat hidup. Jika menyebar ke organ-organ lain, penyembuhan secara tuntas akan lebih sulit,” tambah dr. Wong.

Pengobatan terhadap penyakit ini antara lain dengan operasi, kemoterapi, terapi radiasi, dan hormon. Umumnya, pasien kanker akan menggunakan pengobatan kemoterapi untuk menghentikan sel kanker yang terus tumbuh dan menyebar. Kemoterapi memang ampuh menyasar sel kanker yang sudah menyebar, hanya saja sifatnya juga membunuh sel normal yang sehat.

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI