Sadanis: Periksa payudara secara klinis

Majalah Womens Obsession - Edisi 11/2018
12 April 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 11/2018

Periksa payudara sendiri. / Foto : Istimewa

Womens Obsession
Seorang penyintas kanker payudara, Graece Tanus telah menjalani 36 kemoterapi. Sekitar tujuh tahun lalu, dia menyadari bahwa memiliki benjolan pada payudara. Graece pun segera langsung mencari dokter bedah, melakukan USG dan mendapatkan info bahwa itu adalah kanker ganas.

Dia segera melakukan biopsi dan mencari dokter onkologi. Baru kemudian menjalani masektomi radikal modifikasi dan diketahui bahwa kanker yang diderita sudah masuk taraf stadium 2B. Dia mengungkapkan waktu itu dirinya belum mengerti soal SADARI dan SADANIS, serta merasa masih kurang informasi mengenai kanker payudara.

SADARI (periksa payudara sendiri) dapat dilakukan oleh setiap perempuan tanpa perlu datang ke dokter. Sebaiknya dilakukan pada rentang hari ketujuh hingga sepuluh setelah hari pertama menstruasi, saat payudara dalam kondisi paling lunak. Sementara, SADANIS (periksa payudara secara klinis) dilakukan oleh dokter spesialis kanker (onkologi).

Satu dari delapan wanita memiliki sel kanker payudara yang akan berkembang di sepanjang hidupnya. Pertumbuhan sel yang tidak normal dan tak terkendali memicu kanker. Data Rumah Sakit Kanker Dharmais menyebutkan 60 sampai 70% penderita yang mencari perawatan telah berada pada stadium akhir.

Ini disebabkan masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan ke dokter, karena takut jika mengetahui positif terjangkit kanker.

Padahal, bila lebih dini sel kanker didiagnosa, semakin besar pula kesempatan disembuhkan. Berbagai penanganan seperti ultrasonografi (USG) ataupun mammografi dapat membantu untuk mendeteksi adanya sel kanker.

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI