Membawa kembali lukisan kaca

Majalah Womens Obsession - Edisi 10/2017
12 April 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 10/2017

Lukisan kaca. / Foto : Edwin Budiarso

Womens Obsession
Merayakan usia ke-35 tahun, Bentara Budaya menggelar pameran bertema Wajah Zaman Dalam Kaca. Topik tersebut dipilih untuk mengembalikan ingatan masyarakat akan masa kejayaan lukisan kaca.

Nyatanya, jenis karya tersebut bukan barang baru di Bentara Budaya Jakarta ataupun di provinsi lainnya. Sejak Bentara Budaya berdiri, lukisan kaca sejumlah maestro sudah dikoleksi, seperti Rastika, R Sugro, Hasri, Hajar Satoto, dan Gepeng Suhartono.

Di malam perayaan turut hadir lebih dari sepuluh pelukis kaca Tanah Air. Sebut saja Maryono, Hadi Koco, Hajar Satoto,Wayan Arnawa, Takmidi, Toto Sunu, dan pelukis lainnya. Untuk membawa kembali memori lukisan kaca secara nyata, Sumbar Priyatno Sunu atau lebih dikenal dengan Toto Sunu mempertunjukkan kepiawaiannya.

Dalam waktu kurang dari lima menit, lukisan perahu berhasil tercipta. Jam terbang, pengalaman, dan ketajaman kreativitas adalah landasan jiwa seniman yang tak bisa didustai. Selain menggelar pameran lukisan kaca, terselenggara pula pertunjukan khas Jawa Timur, Ludruk Kirun.

Lakon dimainkan secara penuh dalam bahasa Jawa. Mayoritas penonton yang memahami bahasa Jawa dibuat tertawa ataupun tersenyum lebar dari kisah yang diperankan. Sebagai wujud kepedulian atas dedikasi para seniman, Bentara Budaya menganugerahkan penghargaan kepada tujuh tokoh pengabdi seni Indonesia, yakni Abdul Chaer, Cak Kirun, Ni Luh Menek, Pardiman Djoyonegoro, Rudolf Puspa, Samadi, dan Toni Harsono. wo

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI