Phubbing menggerus sisi humanis

Majalah Womens Obsession - Edisi 07/2018
27 Juli 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 07/2018

Ponsel yang awalnya dirancang untuk mempermudah komunikasi yang berjauhan dan mempererat ikatan, justru berbalik menjadi penghalang hubungan sosial antarpribadi. / Foto : Istimewa

Womens Obsession
Pernahkah di antara kita melihat seseorang yang berjalan di tempat atau kendaraan umum khusyuk memainkan gawai pintar tanpa mempedulikan sekitar? Atau sedang bersantap bersama pasangan atau teman, kita malah diabaikan. Begitulah pertanda menjamurnya phubbing di masyarakat sekarang ini. Istilah tersebut adalah akronim dari phone snubbing.

Dapat dimaknai pula sebagai ketergantungan manusia modern dengan perangkat canggih telekomunikasi. Munculnya istilah phubbing diawali oleh kampanye Alex Haigh, mahasiswa Australia yang magang di perusahaan periklanan terkenal McCann di Australia. True story ini menginspirasi produksi film A Word is Born dan iklan Macquaire Dictionary.

Dampak phubbing cukup berat dirasakan belakangan ini, di antaranya bisa merusak hubungan sosial masyarakat. Pakar hubungan The Hart Centre Australia, Julie Hart menegaskan phubbing dapat menumpulkan beberapa faktor dalam hubungan antar individu. Bahkan, berdasarkan penelitian tersebut, efeknya sangat fatal karena 46% pasangan melakukan phubbing. Sementara itu, 22% di antaranya menyatakan perilaku ini telah menyebabkan ketegangan di dalam hubungan.

Di sisi lain, menurut penelitian “Phubbed and Alone” yang dilakukan Meredith David dan James A Roberts dari Universitas Baylor di Waco, Texas, saat ini, orangorang hampir mengecek ponsel sebanyak 150 kali dalam sehari. Suasana itulah yang juga bisa disebut phubbing. Pertengahan tahun ini, sciencedaily.com juga merilis efek negatif phubbing bisa mengancam sifatsifat humanis manusia.

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI