Arifiana Wudandari, memantik gairah hidup baru

Majalah Womens Obsession - Edisi 09/2018
21 September 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 09/2018

"Berbisnis dari passion, fokus pada tujuan, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Untuk kualitas produk Jahitan Bunda, saya memberlakukan standar PK3, yakni Perhatian, Ketelitian, Kesabaran, dan Keindahan." / Foto : Fikar Azmy

Womens Obsession
Memulai dari hal yang disenangi atau passion adalah kunci Arifiana Wulandari merintis bisnis perencana jahitan. Tak sekadar menjadi landasan, passion juga yang membuat karakter Afi, sapaan akrabnya, tangguh menjalani tantangan demi tantangan.

Memasuki tahun keempatnya, Jahitan Bunda sudah banyak menerima pesanan jahitan dari sejumlah klien, seperti Maternel, Sikie Purnomo, Little Pony, dan sejumlah startup di industri mode. Pertumbuhan bisnisnya juga terbilang gemilang, yakni perkiraan pendapatan di nominal di atas empat digit.

Pencapaian-pencapaian tersebut memposisikan Jahitan Bunda terbilang rising star, dibandingkan jasa jahitan sejenisnya. Untuk itulah, Women’s Obsession ingin mengenal lebih dekat perjalanan Afi menyulap bisnis mainstream ini menjadi sumber pemasukan yang fantastis bersama lebih dari 20 orang karyawan di sampingnya.

Mengapa Anda memilih untuk menekuni terjun di bisnis jahitan? Menjahit bisa dibilang hobi yang terinspirasi dari ibu saya. Jauh sebelum memulai bisnis ini, sebenarnya saya sudah berkarier selama lebih dari 20 tahun di bidang IT. Di akhir pekan, saya sering menjahit untuk keperluan suami dan anak-anak saja.

Iseng-iseng unggah karya jahitan ke media sosial, alhamdulillah menerima respon positif dari tetangga atau teman yang minta dijahitkan. Pada 2014, saat berada di titik jenuh pekerjaan, saya bertekad merintis bisnis Jahitan Bunda.

Jenis jahitan apa saja yang selama ini diterima Jahitan Bunda? Kami melayani sesuai permintaan klien. Mulai dari baju pengantin, mass product, hingga pakaian seragam.

Bagaimana Anda mengelola usaha yang sudah menjamur ini menjadi bisnis berprofit besar? Di awal bisnis berdiri, saya mengakui kelemahan dalam hal ketegasan dan leadership. Hal tersebut berakibat kepada konsep pemikiran yang lemah, yaitu terlalu bergantung pada para karyawan, takut menegur ataupun memberikan banyak pemakluman untuk kekurangan yang sudah sering terjadi.

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI