Jelmaan harapan Hudoq

Majalah Mens Obsession - Edisi 09
21 September 2018

Majalah Mens Obsession - Edisi 09

Menjadi negara kepulauan membuat Indonesia kaya akan pesona tradisi dan kearifan lokal. Mulai dari perayaan yang mengikutsertakan nuansa bunga, cahaya, warna, hingga sentuhan kepercayaan. Satu di antaranya tarian Hudoq di Dayak, Kalimantan Timur. / Foto : Istimewa

Mens Obsession
Masyarakat Dayak menyebut topeng dengan Hudoq. Dari definisi tersebut, maka terbentuklah citra tarian Hudoq identik dengan jelmaan yang baik. Sejatinya, makna tarian ini adalah doa meminta kekuatan untuk menjaga tanaman padi dari hama-hama perusak. Sehingga, dapat tumbuh subur dengan hasil panen yang melimpah.

Tradisi turun temurun suku Dayak Bahau dan Modang telah ada sejak abad ke-14. Umumnya, tarian Hudoq dilakukan di lahan terbuka agar dapat dinikmati masyarakat sekitar. Biasanya, ditarikan oleh 11 orang. Tidak hanya digelar di satu desa, melainkan bergiliran antar desa sehingga berlangsung selama dua hari.

Pertunjukan tersebut sudah termasuk khazanah budaya Indonesia yang dinanti setiap tahun. Biasanya digelar pada bulan September-Oktober bertepatan usai masa menanam padi. Prosesi Tarian Layaknya prosesi pemanggilan arwah, disiapkan pula persembahan untuk para dewa dan roh leluhur, antara lain ayam kampung, telur ayam kampung, piring putih, beras putih, gelang manik, dan kain putih.

Adapula seremoni pelemparan beras kuning. Selain itu, diperhatikan juga arah peletakan perlengkapan yang harus menghadap matahari terbit. Kemudian dimulai Napoq, yaitu proses sakral yang harus dilakukan sebelum menyelenggarakan Hudoq. Ritual ini dipimpin oleh pawang atau apakah hasil panen akan baik atau malah sebaliknya. Barulah, tarian Hudoq dimulai setelah perbincangan dayung dan para roh selesai. Para penari akan memasuki lokasi yang biasanya berupa lapangan atau lahan persawahan.

Majalah Mens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI