30 tahun main petak umpet

Majalah Intisari - Edisi 651
15 Desember 2016

Majalah Intisari - Edisi 651
Intisari
Keluarga Durst menduduki ranking ke-15 keluarga terkaya di AS menurut versi Forbes (2015). Selama 30 tahun lebih Robert Durst berkali-kali berhasil menghindari jeratan hukum.

Bisa dikatakan ia selama ini berhasil membikin penyelidik dan penegak hukum (serta wartawan) sangat sibuk.

Kecerdikan dan dananya yang kuat membuat dia bagaikan Jerry-tikus yang berulang kali mengecoh Tom-kucing dalam serial kartun klasik Tom & Jerry.

Robert Drust menuntut bagian kekayaan keluarga Durst sebesar AS$650 juta. Sumber lain mengungkapkan, Douglas “membeli” saham Robert Drust sebesar AS$650 juta.

Tujuh November lalu, Robert A. Durst (73) disidang (lagi).

Kali ini atas tuduhan menem bak mati Susan Berman. Masih tersisa kegantengan masa mudanya, kakek dengan penyangga di lehernya dan bersepatu sandal penjara oranye, didorong masuk di atas kursi roda.

Semua pertanyaan prosedural Hakim Mark Widham di Peng adilan Tinggi Los Angeles County dijawabnya dengan suara parau bernada rendah, “Saya tidak bersalah. Saya tidak membunuh Susan Berman.” Kedua pihak bersepakat akan bertemu lagi pada 15 Februari 2017 untuk menetapkan jadwal sidang pendahuluan.

Bermasalah sejak kecil Keluarga Durst memiliki sebelas gedung pencakar langit Foto: tbimg.com di Manhattan, New York. Durst Organization juga mengelola dan menyewakan gedung One World Trade Center (salah satu gedung baru amat keren pengganti Menara World Trade Center yang runtuh diserang teroris pada 11 September 2001).

Bersama ketiga adiknya, Robert yang lahir 12 April 1943, dibesarkan di Scarsdale, New York.

Kakeknya, Joseph Durst, tukang jahit miskin keturunan Yahudi dari Austria-Hungaria. Ia memboyong keluarganya ke AS pada tahun 1902.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI