Sindrom ovarium polikistik

Majalah Mens Obsession - Edisi 08
14 Agustus 2018

Majalah Mens Obsession - Edisi 08

Sindrom Ovarium Polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. / Foto : Istimewa

Mens Obsession
Sindrom Ovarium Polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui.

Tandatanda awal PCOS adalah masa ovulasi atau subur yang tidak beraturan, meningkatnya kadar hormon pria (androgen) dalam tubuh wanita, dan munculnya banyak kista (kantong berisi cairan) pada ovarium. Jika seorang wanita mengalami setidaknya dua dari tiga tanda awal itu, maka kemungkinan ia mengidap PCOS.

Mengalami masalah pada berat badan atau bahkan gangguan metabolisme layaknya kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi. Jika PCOS ini menghampiri, ovulasi Anda akan menjadi tidak teratur bahkan langka. Kalau dibiarkan saja dan tidak segera dirawat, ketidakseimbangan hormon ini akan memengaruhi semua area tubuh dan menambah resiko adanya penyakit tertentu seperti, diabetes, penyakit jantung, dan ketidaksuburan.

Pada wanita yang normal, ovulasi akan selalu terjadi setiap bulan. Ovulasi dimulai ketika folikel ovarium (kantung berisi cairan yang mengandung sel telur) terbuka dan melepaskan sel telur yang sudah matang ke tuba falopi. Tapi, jika Anda punya PCOS, kelebihan hormon pria akan mencegah sel telur tadi dari proses pematangan dan pelepasan.

Pada akhirnya, sel telur tetap berada di dalam folikel yang penuh cairan. Sel telur yang terjebak dalam folikel inilah yang disebut kista. Dengan tidak adanya perkembangan folikel yang normal dan ovulasi, otomatis kadar hormon laki-laki tetap berada dalam level tinggi. Sedangkan, hormon wanita jumlahnya tidak seimbang.

Majalah Mens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI