Moto3 seri 7 Catalunya, anomali kelas paling dasar

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 3/XXVI
9 Juni 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 3/XXVI

Jorge Navarro sukses meredam performa gemilang Brad Binder untuk mengukir kemenangan keempat kalinya secara beruntun. / Foto : dppi

OTOMOTIF
Jorge Navarro sukses meredam performa gemilang Brad Binder untuk mengukir kemenangan keempat kalinya secara beruntun. Pun Navarro keluar jadi juara di Moto3 Catalunya (5/6) belum bisa menggulingkan Brad Binder dari puncak klasemen pembalap. Jaraknya masih terbentang 44 poin dari Jorge Navarro di posisi runner-up. “Kemenangan pertama musim ini. Terasa spesial karena tampil di kampung halamanku dan maknanya begitu dalam karena tragedi Luis Salom,” ujar Jorge Navarro. Secara duel memang Moto3 Catalunya cukup alot karena melibatkan 5 pembalap, Brad Binder, Francesco Bagnaia, Romanto Fenati dan Nicolo Bulega serta Jorge Navarro. Tiga lap terakhir jadi kunci keberhasilan Navarro yang mampu menahan gempuran empat rival, khususnya Brad Binder dan Jorge Navarro pun berhak atas podium pertama.

Kemenangan perdana dibukukan joki Spanyol di Moto3 setelah sebelumnya pembalap Italia, Malaysia dan Afrika Selatan yang berjaya. Apakah pertanda, joki Spanyol bangkit di kelas paling dasar di ajang MotoGP ini? Atau malah Brad Binder menunjukkan penampilan konsisten demi menjaga jarak yang mencolok di klasemen pembalap? Kondisi yang tak lazim untuk Moto3. Pasalnya, kelas di atasnya MotoGP dan Moto2, klasemen pembalap begitu sengit jarak angkanya. Berbeda dengan Moto3 selisih di klasemen terlalu besar jaraknya dari pemimpin klasemen ke posisi keduanya. Akankah Moto3 memastikan juara dunianya lebih cepat dari kedua kelas di atasnya?

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI