All new Honda CBR250RR

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 27/XXVI
24 November 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 27/XXVI

First impression sudah, first ride di sirkuit dan jalan raya sudah, sekarang lanjut test ride All New Honda CBR250RR! OTOMOTIF ulas lebih mendalam motor yang diproduksi di pabrik Astra Honda Motor di Karawang, Jabar ini.

OTOMOTIF
First impression sudah, first ride di sirkuit dan jalan raya sudah, sekarang lanjut test ride All New Honda CBR250RR! OTOMOTIF ulas lebih mendalam motor yang diproduksi di pabrik Astra Honda Motor di Karawang, Jabar ini. Sesi test ride ini untuk menjawab rasa penasaran yang selama ini. Contohnya apa benar fitur Riding Mode menyajikan performa yang berbeda tiap pilihan mode-nya, lalu berapa top speed, handling dan sebagainya dengan alat ukur. Jadi bukan cuma pakai feeling, ada Racelogic juga dynamometer. Yuk langsung kita kupas Tes Dyno Bicara performa, ada beberapa data yang diambil. Pertama mengetahui tenaga dan torsi di roda, tentu saja diukur pakai dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim. Pada pengetesan ini juga sekalian melihat beda tiap Riding Mode, yaitu: Comfort, Sport dan Sport+.

Berdasarkan klaim Honda terkini, tenaga maksimal CBR250RR mencapai 38,3 dk (38,7 PS) di 12.500 rpm dan torsi 23,3 Nm di 11.000 rpm. Lalu berapa jika diukur pakai alat asal Amerika ini? Oiya tiap mode diuji sampai dapat angka maksimal. Pertama, motor yang pakai throttle by wire ini diukur pada Comfort. Setelah digas 5 kali didapat tenaga maksimal 28,98 dk di 12.800 rpm, sedang torsi 18,29 Nm di 9.500 rpm. Wah paling kalem saja sudah segini ya! Lanjut ganti Sport, caranya tekan tombol di setang kiri sisi depan, dengan syarat posisi gas ditutup. Digas 5 kali didapat power 30,72 dk di 12.800 rpm.

Lonjakannya signifikan ya! Juga torsinya, jadi 18,87 Nm di 9.700 rpm. Terakhir ganti ke Sport+. Setelah 10 kali run, ternyata tenaga kembali naik, tembus 31,06 dk di 13.300 rpm! Torsinya pun demikian, jadi 19,16 Nm di 9.600 rpm! Ternyata fitur Riding Mode benar berfungsi menyajikan beragam karakter mesin. Jika diamati dari grafiknya, perbedaan signifikan baik tenaga maupun torsi baru terjadi di atas 8.700 rpm. Tapi dengan catatan itu diukur dengan gas dibuka mentok alias WOT (wide open throttle), sampai limiter di 14.100 rpm.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI