Cegat OPT sebelum merapat

Majalah Agrina - Edisi 272
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 272

Serangan wereng pada tanaman padi di Subang, Jawa Barat. / Foto : Galuh Ilmia Cahyaningtyas

Agrina
Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), awal 2017 organisme pengganggu tumbuhan (OPT) mulai menebar ancaman. Dwi Iswari menyatakan, sejumlah tim diterjunkan untuk memantau serangan OPT pada lahan pertanian di Kabupaten Karawang, Subang, dan Indramayu, Jawa Barat.

“Memang telah terjadi peningkatan populasi dan intensitas gangguan OPT yang penyebarannya cukup merata di hampir seluruh wilayah sentra produksi. Namun serangannya cukup terkendali,” konfirmasi Direktur Perlindungan Tanaman, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan tersebut melalui keterangan resminya, Selasa (24/1).

Faktor Penyebab. OPT utama yang menyerang adalah Wereng Batang Cokelat (WBC), penggerek batang, ulat grayak, blas, dan kresek. Dwi menuturkan, serangan OPT tersebut sangat dipengaruhi kondisi iklim yang mendukung.

“Keadaan lembap dan hangat. Di samping itu tersedia makanan yang terusmenerus bagi OPT,” ujar doktor lulusan IPB Bogor ini. Hal serupa juga disampaikan Bonjok Istiaji, Dosen Proteksi Tanaman, saat disambangi AGRINA di Klinik Tanaman Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB Bogor.

Ia menjabarkan, saat ini memang wereng sedang marak. Jaringan Gerakan Petani Nusantara (GPN) mengabarkan, tanaman padi di sejumlah daerah, seperti Karawang, Bogor, Bojonegoro, dan Banyuwangi sedang terserang OPT.

Ketua Tim Ekspedisi Klinik Tanaman IPB tersebut berpendapat, terjadinya serangan wereng di beberapa daerah sentratidak serta merta hanya karena faktor cuaca yang mendukung. “Memang musim di sana sedang basah. Kalau hujan terus menerus kelembapannya tinggi.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI