Besrua pionir budidaya bawah merah di Tanggamus

Majalah Agrina - Edisi 277
23 Februari 2018

Majalah Agrina - Edisi 277

Animo budidaya tinggi, petani butuh benih dan pupuk. / Foto : SYAFNIJAL

Agrina
Budidaya bawang merah di Kab. Tang gamus, Lampung terus berkembang. Petani yang berminat menanam bawang merah semakin banyak. Sebanyak 12 anggota Kelompok Tani Karya Baru, Pekon (Desa) Banjaragung, Kec. Gunung Alip menanam bawang di lahan sawah seluas 5 ha.

Selain di wilayah ini, petani juga membudidayakan bawang merah di Kec. Talang Padang, Gisting, Pulau Panggung, dan Sumberejo. Mu’aiyin Zen salah satu petani bawang senior di Pekon Banjaragung. Ia sudah melakoni budidaya tanaman bernama latin Allium cepa itu sejak 2002, sebelum ada bantuan benih pemerintah.

Musim tanam tahun ini ia menanam bawang di lahan seluas satu hektar dengan benih bantuan pemerintah sebanyak 8,5 kuintal. Ia merupakan petani dengan areal terluas di Kec. Gunung Alip. Petani lain hanya menanam seperempat hingga setengah ha karena keterbatasan modal membeli pupuk.

Selain benih, ungkap Mu’aiyin, biaya terbesar budidaya bawang adalah pupuk dan sewa lahan. Harga benih bawang mencapai Rp45 ribu/kg. Biaya sewa lahan sehektar sekitar Rp13 juta per musim tanam. Sedangkan, pembelian 10 ton pupuk organik serta 1 ton pupuk kimia ZA, SP36, KCl, Phonska masing-masing butuh dana sebesar Rp50 juta dan Rp10 juta.

Ia berharap pemerintah menambah bantuan benih dan pupuk guna memperluas areal tanam bawang di Tanggamus dan kabupaten lain. “Apalagi, animo petani membudidayakan bawang sudah meningkat sehingga tidak perlu sosia lisasi. Tinggal mengalokasikan benih dan pupuk sesuai kebutuhan petani dan menyediakan tenaga penyuluh agar panen bawang sesuai harapan pemerintah,” pintanya.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI