Hijaukan kota dengan hortikultura

Majalah Agrina - Edisi 291
17 September 2018

Majalah Agrina - Edisi 291

PEMBANGUNAN perkotaan perlu menerapkan konsep kota hijau. / Foto : WINDI LISTIANINGSIH

Agrina
Lebih dari setengah populasi manusia menghuni kota baik di Indonesia maupun belahan bumi lainnya. Sri Hartoyo, Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mengutip Bappenas, pada 2050 sebanyak 85% populasi Indonesia tinggal di perkotaan. Perubahan iklim dipicu ketersediaan air yang makin menipis, membuat pembangunan kota berkelanjutan menjadi keniscayaan untuk menjamin kehidupan manusia yang lebih baik.

“Pembangunan perkotaan menerapkan kota hijau perlu diperhatikan. Infrastruktur hijau baik di luar maupun di dalam juga diperlukan perhatian,” ujarnya pada Expo Urbanscape & Greenery 2018 di Jakarta. Hartoyo menambahkan, penataan lansekap perkotaan (urbanscape) yang baik tidak hanya memberi nilai estetika tetapi juga menyediakan udara yang baik dan ekosistem.

Ia menyadari, pembangunan kota hijau yang berkelanjutan perlu komitmen kelembagaan, program, pendanaan, dan pengelolaan, dan komitmen pengembang. “Dukungan pemerintah ber basis prakarsa pemkab/pemkot. Kemen PUPR memberikan dukungan teknis sampai tercapainya standar pelayanan minimal,” imbuhnya.

Naning Adiwoso, Chairwoman Green Buil ding Council Indonesia (GBCI) menyatakan, tanaman adalah tulang punggung kehidupan, penyuplai pangan, dan penghasil oksigen. Kelompok tanaman yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut adalah komoditas hortikultura berupa sayuran dan buah. Apalagi, generasi milenial cen derung lebih banyak beraktivitas di dalam ruang. Keberadaan lansekap kota dan perumahan hijau yang sehat sangat penting bagi mereka. “Filosofi green building (bangunan hijau) adalah kesehatan,” ungkapnya.

Majalah Agrina dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI