Sah jika tali berpindah

Majalah Intisari - Edisi 664
7 Maret 2017

Majalah Intisari - Edisi 664

Setidaknya ada dua fenomena unik saat berlangsung acara wisuda sebuah perguruan tinggi. Pertama, wisudawan selalu memakai baju toga. Mirip seperti baju para penegak hukum di ruang pengadilan, ditambah dengan topi. Kedua, ada acara pemindahan tali di topi yang dikenakan para wisudawan, biasanya dari kiri ke kanan. / Foto : Istock

Intisari
Pemakaian baju toga berawal dari tradisi sejak abad ke-12 hingga ke-13 di Eropa saat perguruan tinggi mulai bermunculan. Perguruan tinggi seperti Oxford dan Cambridge di Inggris pada tahun 1321, sudah memulainya. Tradisi itu rupanya diikuti oleh hampir seluruh perguruan tinggi di dunia pada saat kelulusan.

Soal pemindahan tali pada topi wisudawan, sejauh ini ada dua cara. Lazimnya, pemindahan tali adalah dari kanan ke kiri.

Akan tetapi ada juga yang ke arah sebaliknya.

Sampai sekitar 40-50 tahun silam, tali pada topi sebenarnya masih digunakan sebagai dekorasi belaka. Seiring berjalannya waktu, kegiatan simbolis akhirnya muncul. Pemindahan tali topi memberikan simbol bagi perubahan seorang kandidat wisuda menjadi seorang lulusan.

Mereka merayakan keberhasilan dan lembar baru kehidupan bagi mereka yang baru lulus.

Arah pemindahan tali topi dari kiri ke kanan juga punya arti.

Diharapkan, setelah wisudawan terjun ke masyarakat mereka harus mampu berpikir kreatif, imajinatif, dan inovatif. Dan semua itu terjadi ketika mereka menggunakan otak kanan. Jadi arahnya semestinya ke kanan. Konon sih, begitu.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI