Rahasia sistem pendidikan terbaik milik Finlandia

Majalah Intisari - Edisi 656
31 Mei 2017

Majalah Intisari - Edisi 656

Di sana anak-anak hampir tidak pernah diberi pekerjaan rumah, jam belajar hanya tiga jam, lebih banyak bermain, dan tidak ada UN. Namun, dalam 16 tahun terakhir nyaris selalu keluar sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia. / Foto : euroviews.eu

Intisari
Akhir semester tiba. Kari Louhivuori, seorang guru senior sekaligus kepala sekolah di Sekolah Dasar Kirkkojavi, Espoo, pinggiran Helsinki, Finlandia, pusing bukan kepalang. Salah seorang anak didiknya yang merupakan pengungsi Albania, Besart Kabashi , mengalami masalah. Dalam proses belajarnya, Kabashi sangat jauh tertinggal dengan rekan-rekannya di kelas enam.

Setelah berdiskusi dengan tim khusus sekolah, akhirnya Louhivuori memutuskan Kabashi untuk tidak naik kelas – hal yang sangat jarang terjadi di Finlandia. Konsekuensinya, dia mesti memberikan perlakuan khusus kepada bocah berumur 13 tahun tersebut. Whatever it takes atau apa pun akan dilakukan Louhivuori agar Kabashi bisa mengejar ketertinggalannya. “Saya mengambil Kabashi sebagai murid pribadi saya,” ungkap Louhivuori.

Setiap hari, saat tidak belajar matematika, geografi, dan bahasa, Louhivuori meminta Kabashi duduk di dekatnya di depan kelas. Pelanpelan dan penuh ketelatenan, dia mengajari Kabashi mata pelajarannya yang tertinggal. Akhirnya, setahun setelah melewati perjuangan ekstrakeras, Louhivuori bisa membuat Kabashi mengimbangi rekanrekannya di kelas.
Tujuh tahun kemudian.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI