Menangkap peluang dari penghobi narsis

Majalah Intisari - Edisi 656
31 Mei 2017

Majalah Intisari - Edisi 656

Bukan sekadar narsis di depan kamera, kini rupanya orangorang juga butuh merekam aksi petualangan mereka yang menantang. Lahirlah bisnis kamera aksi (action cam) serta drone. Peluangnya masih terbuka lebar? / Foto : Bramantyo Indirawan

Intisari
Saat mengawali bisnis persewaan pada awal 2015, kala itu Haris melihat pesaingnya masih sedikit. Padahal, permintaan konsumen mulai tumbuh. Dia ingat betul, ketika ia mulai membuka lapak di forum online Kaskus, baru ada tiga lapak persewaan. Itupun cuma satu yang aktif, sementara satu ogahogahan, sedangkan satu lagi tidak aktif.

Situasi itu yang membuat Haris berani mematok tarif sewa kamera model Go Pro Hero 4, satusatunya kameranya saat itu, Rp200 ribu per hari (kini pa sarannya sudah turun Rp130 ribu). Besarnya keuntungan itulah yang membuat bisnis Haris laris manis tanjung kimpul, hingga kini sudah memiliki 10 peralatan. Kendalanya, aku Haris, palingpa ling soal waktu.

Maklum, bisnis ini masih sekadar sampingan. Se harihari statusnya tetaplah kar yawan staf HRD di sebuah perusahaan swasta. Selain itu, ada pula keterbatasan dalam menjaring pelanggan. “Ter utama calon peminjam yang lokasinya jauh,” tutur Haris yang hanya bisa melayani penyewa dari Jakarta bagian pusat, selatan, dan barat. Nah, di luar dari lokasi itu, artinya masih ada peluang bagi orang lain yang mau mencoba.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI