Sehari melongok masa lalu di Vannes

Majalah Intisari - Edisi 658
17 Juli 2017

Majalah Intisari - Edisi 658

Di Vannes Anda bisa mendapat bir hasil dari destilasi air laut sebagai oleh-oleh. / Foto : Luth & Arif Umami

Intisari
Vannes merupakan salah satu kota di region (setingkat provinsi) Bretagne yang berada di sebelah barat Prancis. Kota ini berada di region Bretagne dan departement (setingkat kabupaten) Morbihan. Uniknya, penduduk kota itu yang berjumlah sekitar 53 ribu, punya sebutan Vannetais untuk lakilaki atau Vannetaise untuk wanita.

Kota ini bisa dicapai dari berbagai jalur, darat, laut, dan udara. Kendaraan bermotor seperti mobil juga bisa mencapainya. Kereta api cepat Prancis (TGV) juga hanya butuh tiga jam dari Paris. Jika menggunakan pesawat udara, beberapa bandara di kota terdekat adalah bandara internasional kota Nantes dan bandara kota Lorient, satu jam dari Paris.

Dari Nantes dan Lorient kemudian hanya butuh kurang dari satu jam untuk mencapai Vannes. Karena letaknya di pinggir laut, perahu-perahu pribadi bisa merapat di kota ini. Pelabuhannya, Port de Plaisance, yang berada dekat pintu masuk kota.

Saya sendiri berkunjung ke Vannes bersama rombongan mahasiswa internasional di Prancis. Perjalanan ini diorganisasi oleh Dinas Pendidikan Kota Rennes (CROUS de Rennes), kota yang menjadi tempat tinggal selama saya selama studi di Prancis. Beruntung, sebelum menuju Vannes, kami sempat diajak untuk menyusuri teluk Morbihan.

Sekitar satu jam kami menyusuri teluk yang airnya begitu tenang itu, menyaksikan pulau-pulau kecil dengan menhir maupun tumulus (bangunan mirip piramid yang bagian atasnya terpancung atau rata) di atasnya. Sebuah suasana yang seperti membawa kita ke sejarah masa silam, seperti di komik-komik Asterix.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI