Jangan umbar privasi kalau tak mau kena doxing

Majalah Intisari - Edisi 669
10 Juli 2018

Majalah Intisari - Edisi 669

Jejak digital yang tercecer tanpa disadari bisa dikumpulkan orang dengan niat jahat doxing. Jika tak mau repot dan celaka, berhati-hatilah dengan data-data pribadi kita. Jaga juga sepak terjang kita di dunia maya. / Foto : 123RF_ Cathy Yeulet

Intisari
Dina Rahmawati, pemilik akun Twitter @dinadimu, terkejut ketika lini masa Twitternya dipenuhi dengan cercaan dan cemoohan dari orang-orang yang tidak dikenal. Ibu rumah tangga dan penggiat pertanian perkotaan (urban farming) ini kaget dan panik karena “digeruduk” cuitan seperti, “Oh ini geng penyebar fitnah”, “Oh ini geng penyebar hoaks”.

Dalam kepanikan Dina kemudian membaca cuitan-cuitan sebelumnya dan akhirnya menemukan sumbernya. bIa ternyata dituduh akun anonim Twitter @digembok sebagai bagian dari tim media sosial Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal tuduhan itu salah. Tak hanya tuduhan yang salah.

Foto yang dilampirkan dalam tuduhan itu dengan melingkari sebuah wajah yang dimaksudkan sebagai Dina pun bukan wajah aslinya. Namun, Dina sudah keburu mendapat “serangan” di dunia maya dari orang-orang yang menganggap dia bagian dari dari tim politik Anies.

Bahkan pemilik akun @digembok akan menelepon atau mendatangi rumahnya jika tuduhan itu tidak diklarifikasi. “Dia kan mengancamnya secara halus kan, tapi sebetulnya serius. Saya tidak kenal sama dia, akunnya anonim kan, tapi dia bisa mau menelepon atau mau main ke rumah.

Dan dia terkenal karena akunnya biasa mempersekusi orang. Untungnya saya menjawab cuitannya dia, jadi dia diam,” kata Dina seperti dikutip BBCIndonesia. com. Dina dan suaminya akhirnya mengambil langkah hukum, dengan melayangkan somasi pada akun yang disebut mengancamnya itu. Sayang, somasi itu tak bergayung.

Jika sering berkelana di jagad Twitter, tentu tahu sepak terjang @digembok dalam “menyelimuti” akun-akun penyebar hoaks atau ujaran kebencian. Maksud “menyelimuti” adalah mengumpulkan informasi-informasi pribadi dan sensitif melalui serangkaian tindakan yang dikenal dengan istilah doxing. Dalam kasus Dina, informasi pribadi yang berhasil dikumpulkan adalah nomor telepon dan alamat rumah.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI