Agar cedera olahraga tak bikin menderita

Majalah Intisari - Edisi 670
10 Juli 2018

Majalah Intisari - Edisi 670

Ligamen yang tidak elastis apabila meregang memicu cedera pada pergelangan kaki. / Foto : 9_Katarzyna Białasiewicz_123RF

Intisari
Gedubrak! Antonio (28) terjatuh setelah bersinggungan dengan lawan main di pertandingan futsal ceria yang setiap minggu diadakan di kantornya. Sebetulnya bukan gara-gara ditabrak pemain lain, pergelangan kaki kanan Antonio tertekuk ketika ia berlari mengejar bola. Mau tak mau, ia berhenti bermain. Sepertinya pergelangan kakinya terkilir, rasanya nyeri.

Merasa bahwa rasa nyeri itu akan hilang sendiri seiring waktu, Antonio membiarkan kakinya tanpa diberi perawatan. Beberapa hari kemudian, bukannya nyeri hilang, pergelangan kakinya malah membengkak. Barulah Antonio panik dan langsung pergi ke dokter.

“Kasus cedera pergelangan kaki seperti ankle sprain memang sangat sering terjadi, sekitar satu per 10ribu orang secara global setiap harinya,” tutur dr. Dimas Radithya Boedijono, Sp. OT (K), dokter spesialis bedah ortopedi di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Jakarta. Siapa saja bisa mengalaminya, tetapi secara khusus terjadi di kalangan pelaku olahraga basket, sepak bola, dan futsal. Menurut penuturan Dimas, sebanyak 85% kasus terjadi di bagian mata kaki luar.

Bayangkan ceker ayam. Cedera pergelangan kaki yang dialami Antonio tadi termasuk kategori terkilir. Karena sebelumnya kakinya secara tak sengaja menekuk dengan posisi tidak normal. Posisi yang salah itu bisa jadi mengakibatkan ligamen meregang bahkan sobek.

Perlu diketahui, ligamen merupakan penghubung antartulang yaitu tulang fi bula dan talus. Kalau Anda pernah makan ceker ayam dan ada bagian putih seperti serat yang menghubungkan tulang, begitulah kira-kira gambaran ligamen.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI