Kampanyekan batik dengan cara unik

Majalah Mens Obsession - Edisi 10/2017
13 April 2018

Majalah Mens Obsession - Edisi 10/2017

Race Director Tjanting Run 2017.

Mens Obsession
Ajang lomba lari untuk kedua kalinya dari Yayasan Tjanting Batik Nusantara ini kian menarik dan menantang. Peserta tak hanya diajak lari fun sejauh 5k, namun juga ada kategori lari yang lebih memeras peluh dan membutuhkan energi cukup banyak, yakni kategori 10k.

Race Director Tjanting Run 2017 Safrita Aryana mengungkapkan perlu adanya penambahan kategori jarak lari ini untuk mengakomodir jumlah dan kemampuan peserta lari yang semakin meningkat.

“Alhamdulillah animonya terbilang positif, terbukti dari jumlah peserta yang ikut lebih dari 2.600 dari beragam lapisan masyarakat, usia, gender, dan juga ada warga negara asing,” imbuh Ketua Run for Indonesia itu.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, venue race kali ini tidak lagi digelar di kawasan Car Free Day Jakarta, melainkan pindah ke wilayah The Flavor Bliss Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Sekitar 200 marshalls, ditambah marshall sepeda, motor, dan juga mobil ambulance disiapkan untuk memfasilitasi peserta lari. Refreshment dan water station juga disediakan.

“Cut off Time untuk 5K adalah 2 jam dan 10K selama 3 jam,” tambah wanita berhijab dan bertubuh mungil tersebut. Seperti tahun lalu, pelari juga mendapatkan jersey dan medali motif batik dengan desain khusus. Keunikannya, pemenang para pemenang dalam lomba Mandiri Tjanting Run ini mendapat medali podium dengan lanyard (pita medali) batik tulis.

Bahkan, jersey race ini dibuat desain khusus dengan motif yang disesuaikan tema Tjanting Funday tahun ini yakni Batik Cirebon. Tema ini dipilih dengan pertimbangan awal dari jalur batik di nusantara. Sedangkan motif yang diangkat tahun ini adalah motif Sawat yang bentuknya menyerupai sayap.

Majalah Mens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI