MotoGP, seri IX, Sachsenring Jerman, perang nyali dan strategi

Tabloid Motor Plus - Edisi 907
20 Juli 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 907

Cuaca yang sulit diprediksi di sirkuit Sachsenring, Jerman yang jadi tuan rumah MotoGP seri IX sudah dikeluhkan pembalap sejak Jumat (15/7). / Foto : Repsol ypf

Motor Plus
Cuaca yang sulit diprediksi di sirkuit Sachsenring, Jerman yang jadi tuan rumah MotoGP seri IX sudah dikeluhkan pembalap sejak Jumat (15/7). Free Practice Jumat berjalan dengan cuaca sangat dingin. Sabtu cuaca membaik dengan panas yang cukup pada aspal. Cuaca yang cepat berubah ini sangat dikhawatirkan pembalap. Benar saja, race MotoGP yang berlangsung Minggu (17/7) harus berjalan dengan lintasan basah menuju kering. Bikin pusing pembalap dalam pemilihan ban. Alhasil, lomba harus berjalan flag to flag yang menjadikan Sachsenring arena perang nyali dan strategi tim maupun pembalap.

Tidak bisa dipungkiri, Marc Marquez dan Repsol Honda menjadi pembalap dan tim yang punya nyali besar dan strategi paling bagus di Sachsenring. Andrea Iannone boleh jadi pembalap pertama yang masuk pit untuk mengganti motor dan ban ke in-termediate. Namun, judinya Iannone tidak se-ekstrim Baby Alien. Marquez masuk pit untuk ganti motor dengan ban slick. Padahal, sebagian lintasan masih dalam kondisi basah. “Saya membuat keputusan salah saat memilih ban basah dengan compound extra-soft di awal. Ini tidak sesuai dengan gaya balap saya dan membuat beberapa kesalahan. Namun, dari awal saya sudah menduga race akan berjalan flag to flag. Saat mengganti motor saya lebih memilih pakai slick, lebih cepat dibandingkan harus menggunakan ban intermediate. Di last lap, saya bisa tersenyum lebar karena bisa unggul 20 detik dari saingan saya,” ucap Marquez.

Di atas kertas, memang bukan cuma strategi dan nyali Marquez yang menang di Sachsenring. Namun, karakter Honda RC213V memang terkenal cocok untuk sirkuit yang punya 10 tikungan ke kiri dan 3 ke kanan ini. Sejak tahun 2010, RC213V tidak terkalahkan di Sachsenring. Sama dengan Marquez yang juga tidak terkalahkan di sirkuit ini sejak tahun 2010. Satu kemenangan di kelas Moto3, dua di kelas Moto2 dan empat kemenangan di MotoGP jadi tinta emas Marquez di Jerman.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI