Liputan langsung Indra GT dari intermot 2016 Cologne, Jerman segmen entry level

Tabloid Motor Plus - Edisi 920
20 Oktober 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 920

Category pasar sepeda motor di Jerman memang beda dengan di Indonesia.

Motor Plus
Category pasar sepeda motor di Jerman memang beda dengan di Indonesia. Kalau di Tanah Air, segmennya terbagi atas motor sport, bebek, matik atau skubek dan big bike. Sedangkan di Jerman, kategorinya hanya ada motor di atas 125 cc atau big bike, lalu motor di bawah 125 cc atau small bike. Kemudian ada tipe skubek di atas 125 cc atau big scooter, serta skubek di bawah 125 cc atau small scooter. Nah, pasar motor dengan kapasitas di atas 125 cc, berdasarkan data dari IVM (Industrie-Verband Motorrad Deutschland e.V.) atau Assisi Industri Sepeda Motor Jerman, mengalami kenaikan di 2015 kemarin. Jumlah penjualannya tembus 102.238 unit. Padahal di tahun 2014, hanya 96.823 unit. Artintya, ada kenaikan sebesar 5,59%.

Motor dengan kapasitas mesin di bawah 125 cc juga mengalami kenaikan di tahun 2015. Penjualannya saat itu berhasil memembus angka 19.196 unit. Sedang di tahun 2014 hanya 15.515 unit. Ada kenaikan sebesar 23,73%. Kenaikan penjualan yang besar di kelas motor 125 cc ke bawah, membuat semua produsen berlomba- lomba main di kelas ini. Bisa dibilang kelas entry level. Mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki, KTM, Aprilia, Kreidler Europe dan berbagai produsen lainnya. “Pasar ini semakin besar dari tahun ke tahun, dan banyak produsen serius bermain di kelas ini,” ujar Reiner Brendicke, General Executive Manager IVM. Kelas ini sangat menggiurkan, karena faktor kemudahan dalam memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya.

Umumnya ditujukan untuk bikers pemula atau pelajar. “Yang beli motor kelas ini, adalah anak muda berusia maksimum 16 tahun. Nah, pasar ini di Jerman sangat besar,” ujar Reiner Brendicke. Pengen tahu motor-motor apa saja di INTERMOT 2016 yang bermain di kelas ini? KTM Menurut info yang EM-Plus dapat dari asosiasi industri sepeda motor Jerman, regulasi di Eropa sudah masuk Euro 4, sejak awal tahun ini. “Nah, sesuai regulasi ini, semua produksi motor di Eropa, harus menggunakan sistem pengereman ABS,” ujar Reiner Brendicke, General Executive Manager IVM.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI