Yamaha F1Z-R 110 2004, masih tetap podium

Tabloid Motor Plus - Edisi 999
27 April 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 999

Mengandalkan Yamaha F1Z-R, Adi ‘Bonchu’ kerap jadi jawara di kelas Bebek Standar Pemula Banten. / Foto : IVAN

Motor Plus
Mengandalkan Yamaha F1Z-R, Adi ‘Bonchu’ kerap jadi jawara di kelas Bebek Standar Pemula Banten. Terakhir juara umum di Kejurda Grasstrack Banten. Semplakan tracker nomer start #095 ini seperti tak terbendung. Kehebatan F1Z-R tim Ravanhan ART Yan’s Mocin SVNX ini mampu diajak geber dan bermanuver stabil. Mau tahu ulasannya? Simak.

Untuk mengejar kenyamanan dan keamanan. Tangki digantikan rangka full kustom, dengan pipa besi berukuran 42 mm untuk main frame, 22 mm sub frame, 26 mm bagian buritan. “Rangka custom handmade, ditambah dudukan mesin yang pakai dari bahan plat ketebalan 3 mm. Lalu disesuaikan swing arm Kaze-R,” ucap Bembi, sang mekanik.

Untuk menambah akselarasi, rasio kompresi diperbesar. Caranya papas kepala silinder 2 mm. Sudut squish dibikin 14 derajat. Sedangkan lebar squish diseting 8 mm. Ini untuk mengejar power di gasingan mesin bawah. Sedangkan nat-nya diperdalam 0,5 mm.

Agar putaran mesin lebih cepat naik, lubang buang dipapas ke atas. Tujuannya agar lebih cepat membuka. Dipapas sampai 26 mm jika diukur dari pemukaan atas silinder. Sedangkan lubang bilas dan transfer hanya dihaluskan kulit jeruknya. Demikian juga reed valve masih mengandalkan yang standar.

Untuk pembuangan bahan bakar pada karbu, tetap mengandalkan bawaan motor Yamaha F1Z-R. Tapi, direamer jadi 23 mm yang awalnya cuma 20 mm. Berdasarkan permintaan mesin, pilot jet pasnya 27,5 dan main jet 135,” jelas mekanik yang bermarkas di Kotabumi, Tangerang ini.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI