WSSp 300 Seri II, Assen - Belanda, KTM berjaya dengan regulasi baru

Tabloid Motor Plus - Edisi 999
27 April 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 999

Setelah seri pertama di Aragon, Spanyol, Yamaha Motor Eropa mengajukan beberapa poin mengenai regulasi mesin ke Superbike Commission agar tercipta kembali balapan yang kompetitif. / Foto : worldsbk

Motor Plus
Setelah seri pertama di Aragon, Spanyol, Yamaha Motor Eropa mengajukan beberapa poin mengenai regulasi mesin ke Superbike Commission agar tercipta kembali balapan yang kompetitif. Pemicunya, karena tidak seimbangnya performa mesin yang berbeda kubikasi di kelas WSSP300. Diantaranya, pembatasan putaran mesin dan juga pembatasan bobot berat kendaraan.

Pada surat edaran FIM yang dikeluarkan pada tanggal (19/4), tertulis Kawasaki Ninja 400 bobot minimalnya 150 kg, sedangkan Yamaha YZF-R3/YZF-R3A 140 kg, dan KTM RC390/RC390R seberat 136 kg. Selain itu, perubahan juga terjadi pada maksimal limit rpm. Ninja 400 dibatasi hanya 10.850 rpm, YZF-R3/YZF-R3A limitnya dinaikkan menjadi 13.100 rpm dan RC390/RC390R turun menjadi 10.450 rpm.

Namun pada jalannya balap, KTM dan Kawasaki masih mendominasi. Grunwald yang menggunakan KTM RC390 berhasil meraih kemenangan pertamanya di kelas WSSP300. Dirinya berhasil menghindar dari tragedi lap terakhir yang membuat Mika Perez, Koen Meuffels dan Tom Edward harus mencium aspal sirkuit Assen, Belanda (22/4).

Sayangnya, Galang Hendra pembalap asal Indonesia mengalami hal yang kurang beruntung di seri kedua kali ini. Posisi start dirinya mendapatkan penalti harus turun 3 posisi, dari posisi 10 menjadi 13. Hal ini, dikarenakan Galang melambat di racing line pada saat sesi kualifikasi.

Tidak sampai disitu, dirinya juga tidak bisa melanjutkan perlombaan dikarenakan mengalami kecelakaan saat jalannya balap menyisakan 9 putaran lagi. Sedangkan, Ali Adrian berhasil mendapatkan poin pertamanya di tahun 2018 ini, dengan finish di posisi ke-13. Sementara, Imanuel Putra Pratna yang juga rider Indonesia berhasil finish di posisi 19

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI