Suzuki GSX-R 400 1988, hadiah untuk istri tercinta

Tabloid Motor Plus - Edisi 1001
11 Mei 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1001

Pelek diganti limbah dengan merek Enkei 2,50x17 dan 3,50x17. / Foto : IVAN

Motor Plus
Saking sayang dan cintanya Dilan terhadap Milea.., eh, maksudnya Nicko Sanjaya terhadap sang istri, doi kasih kado ulang tahun yang istimewa. Yups.., Suzuki GSX-R 400 yang dimodifikasi bergenre sport jadul alias café racer. “Dulu pernah bikin Honda CB750 jadi bratcafe di Rockers Motorcycle Custom (RMC) Bengkulu. Untuk kado ulang tahun istimewa ini, gue masih percayakan ke bengkel yang sama,” ucap Nicko Sanjaya.

Genre café racer, turunannya banyak! “Genre café racer yang kali ini diatur, lebih ke pacuan Japanese café racer. Untuk meyakinkan konsep ini, sempat beradu argumen dengan yang punya, dan akhirnya dia mau menerapkan konsep ini di GSX-R,” ungkap Meggy Yuana Tama, builder ngentrik di Jl. Kampar 3 No. 27, Lempuing, Bengkulu. Panji

RANGKA KUSTOM. Untuk merealisasikan konsep Japanese café racer, Meggy membuat ulang bagian rangka. Awalnya, sasis original dari GSX-R 400 mengusung model deltabox, sekarang diubah jadi menganut jenis tubular. “Sasis ini terbuat dari pipa seamless 1,2 inci tebal 3 mm yang dibentuk dan digabungkan dengan las argon,” papar Meggy.

BODI BALAP JADUL. Hadirkan nuansa café racer, RMC membuat baju baru total. “Bodi part yang dibikin mulai dari fairing, tangki dan hornet kustom handmade. Bahan pakai plat tebal 1,2 mm. Warna bodi merah putih, karena pemiliknya punya percetakan bernama Merdeka jadi pas deh! Sebagai pemanis, ditambahkan stiker yang bernuansa Jepang,” tambahnya.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI