Honda Tiger 2002, simpel dengan pelek palang

Tabloid Motor Plus - Edisi 1002
17 Mei 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1002

Supaya handling enak, dipilih handle bar model Clubman. / Foto : GOMBAK

Motor Plus
Gaya nunduk alias cafe racer, masih jadi pilihan modifikasi. Hal tersebut dirasakan sendiri oleh Dani, seorang karyawan swasta di Semarang, Jawa Tengah. Ini yang bikin dirinya untuk order ke Dapur Mama (DM) Works yang berada di di Jl. Ki Ageng Mangir 1A, Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. “Dia ingin motornya bergaya cafe racer, namun tetap menggunakan pelek palang. Nah.., jadinya seperti ini, terkesan simpel kan?” ungkap Yonathan Ricky, sambil nunjuk ke Honda Tiger berwarna silver dan hitam yang tampil cafe racer tulen. Gombak

NGOTOT PELEK PALANG. Sektor roda tampak diisi dengan pelek palang PSW ukuran 3,00x17 (depan) dan 3,50x17 (belakang). Kemudian dibalut ban Swallow 212, 400-17 depan dan belakang. “Café racer memang classic dengan pelek jarijari. Tapi pas ngotot pakai pelek palang, hasilnya juga keren,” kekeh Yonathan.

TAMPAK LEBIH PANJANG. Diamati dari samping, Tiger ini terlihat panjang. Yup, betul bro! Penyebabnya karena ubahan subframe, yang dibuat menyatu dengan pipa U berdiameter frame bawaan. Tak hanya itu, rangka penyokong juga dibuat panjang. “Imbas dari itu, swingarm dirancang ulang jadi lebih panjang dengan cara potong sulam,” terang Yonathan.

HORNET CUKUP MAININ BUSA JOK. Di bagian buritan tak ada hornet berbahan plat besi yang jadi ciri khas cafe racer. Bagian itu digantikan busa jok yang modelnya dibikin mirip hornet. Keren! Kalau begini, bisa dipakai boncengan donk?

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI