Test ride Yamaha TMAX DX, si bongsor yang easy handling

Tabloid Motor Plus - Edisi 1016
27 Agustus 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1016

Ada dua mode berkendara yang disematkan di TMAX DX ini. Yang pertama ada mode T dan S. / Foto : TEGUH

Motor Plus
Yamaha TMAX DX sudah resmi diperkenalkan pada Desember tahun 2017 lalu. Motor yang dibanderol Rp 299 juta (OTR Jakarta) ini menjadi varian tertinggi di keluarga MAXI Yamaha yang dipasarakan di Indonesia. Ga perlu banyak cingcong deh, langsung aja MOTOR Plus sajikan secara lengkap hasil tes dari motor yang jadi pusat perhatian di jalan raya ini. Yuks! Uje

POSISI RIDING. Awalnya, Rider dengan spek 173 cm/58 Kg agak jiper dengan desain bongsor TMAX DX ini. Maklum, ia punya panjang lebih dari 2 meter dan bobot mencapai 216 Kg, kalau tangki bensin terisi penuh.

Kedua kaki rider dibikin jinjit ketika duduk di atasnya. Meskipun di data spek tertulis tinggi joknya hanya 80 cm, tapi TMAX punya ukuran yang sangat lebar, sehingga kaki dibikin ngangkang dan harus ada sedikit pembiasaan agar bisa menguasai TMAX DX.

Jarak setang tidak terlalu jauh dari jangkauan tangan, tapi rasanya posisi setang agak kurang tinggi sedikit, tapi tidak mengurangi kenyamananannya. Terutama di area kaki yang bisa selonjoran dan dek yang sangat lega untuk kaki ukuran 42.

RIDING IMPRESSION. TMAX DX sudah mengusung fitur keyless, jadi kita tinggal mendekatkan diri, lalu pencat tombol starter untuk menyalakannya. Sementara, untuk mematikan motor, tinggal pencet tombol off yang berada di area setang.

Suara garang dari mesin dua silinder berkapasitas 530 cc, langsung terdengar gagah dari balik bodi. Tidak pikir lama, langsung kami bawa TMAX ini untuk menjelajah aspal di sekitar Jakarta.

Rasa kurang pede akibat bobot motor yang cukup berat, langsung hilang kalau kita sudah nyetel dengan TMAX. Motor ini sangat easy handling ketika sudah melaju di jalan raya.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI