Yamaha YZF-R1M

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 15/XXVI
1 September 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 15/XXVI

Start pakai Launch Control System. Tinggal gas pol mirip pembalap MotoGP start, lepas kopling perlahan motor langsung melesat, tanpa takut roda depan terangkat. Wussssssh..!

OTOMOTIF
Test ride kali ini merupakan pertemuan kedua OTOMOTIF dengan Yamaha YZF-R1M. Yang pertama saat tes Bridgestone Battlax S21 Maret silam di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi. Kala itu merasakan performanya di trek balap F1 yang super mulus, sehingga lebih sering main di kecepatan tinggi. Nah di kesempatan ini yang menggunakan unit milik Yamaha Indonesia, difokuskan pada penggunaan di jalan raya. Sekalian tes akselerasi, konsumsi bensin dan menguji di dynamometer untuk mengetahui tenaga dan torsi di roda. Berikut rangkuman dari pengetesan motor yang dijual Rp 812 juta OTR Jakarta ini. Simak terus!

Bungkuk dan panas, Posisi duduk R1M bisa dibilang paling ekstrem di antara moge 1.000 cc lainnya, lantaran sangat merunduk memaksa rider membungkuk. Bisa begitu karena tinggi jok mencapai 860 mm, jinjit saat berhenti! Dikombinasi setang yang begitu rendah khas sport bike. Dengan posisi ini, berkendara di jalan raya seputaran Jakarta saat weekday yang merayap memang sengsara. Telapak tangan, lengan, punggung dan pinggang jadi cepat pegal. Jika berkendara di atas 30 menit kelamaan tangan akan kesemutan. Jika ingin menikmati R1M, mesti pintar cari jalur yang lancar atau sekalian Minggu pagi, ketika jalan lebih lengang. Sehingga kecepatan bisa lebih tinggi dan posisi duduk sekalian menunduk dan tangan ditekuk, hasilnya jadi lebih nyaman. Dalam kondisi lancar, bisa dirasakan handling yang mudah diarahkan. Selain bobot kering cuma 180 kg, wheelbase juga pendek hanya 1.405 mm. Tapi jangan diajak berkelit di kemacetan ya, tetap susah karena sudut kemudinya lebar.

Power on wheel, Penasaran berapa tenaga di roda? Untuk mengetahuinya dites pakai dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim. Lantaran ada 4 pilihan power mode, maka diukur satu-persatu untuk mengetahui bedanya. Pertama mode A yang bawaannya power 1, maksimal mencapai 171,13 dk di 14.000 rpm dan torsi 98,72 Nm di 9.200 rpm. Mode B yang pakai power 2 hasilnya ternyata beda tipis.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI