Lebih manusiawi, berkat kompromi

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 28/XXVI
7 Desember 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 28/XXVI
OTOMOTIF
Warisan zaman dulu, sistem kelola transportasi umum di DKI Jakarta dikuasai oleh perorangan. Termasuk Metromini dan sejumlah angkot lainnya. Hal ini tentu bikin repot kalau ingin membuat standar baku terkait pelayanan.

Pasalnya setiap pengusaha angkutan pasti ingin setoran besar. Enggak peduli nasib penumpang yang penting setoran kencang.

Nah, siasat jitu dari PT Transjakarta memberikan solusi yang sama-sama enak.

Maksudnya, tanpa mengebiri usaha angkutan umum perorangan yang sudah eksis duluan.

Namun merangkul mereka dalam satu wadah dengan memfasilitasi bus Metromini baru yang lebih cihuy.

OTOMOTIF mendapat kehormatan untuk mengupas Metromini baru yang didampingi langsung oleh Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono. Bus kategori sedang yang dibanderol Rp 700 juta on the road ini, bakal didatangkan sebanyak 100 unit sebagai tahap awal. “Bus ini punya spek lebih mantap dibanding pendahulunya. Kita ingin menata ulang dan optimalisasi moda angkutan umum di Jakarta,” jelas Budi yang ditemui di kantornya (23/11).

Sebetulnya tak hanya Metromini, bus sedang lainnya juga bakal kena sasaran supaya jadi lebih manusiawi. “Transportasi di Jakarta tak lepas oleh perusahaan-perusahaan perorangan. Ada lima angkutan yakni Kopaja, Metromini, Kopami, Koantas Bima dan Dian Mitra,” beber Budi.

Buat Transjakarta sangat mudah mengadakan bus-bus angkutan, karena memang dapat suntikan dana PSO (Public Service Obligation) alias subsidi cukup besar dari Pemprov DKI Jakarta. “Subsidi tahun ini Rp 1,281 triliun. Tahun depan kita harapkan sekitar Rp 2,8 triliun atau Rp 3,2 triliun. Kita ingin moda transportasi berkualitas dunia dengan pelayanan yang optimal,” sambungnya.

Supaya enggak penasaran, berikut ini 5 fakta soal spesifikasi teknis Metromini baru.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI