Ketika sebuah MPV dijadikan tumbal

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 30/XXVI
20 Desember 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 30/XXVI
OTOMOTIF
Dodge Fargo ini memang sengaja dirancang untuk keperluan daily use. Warawiri kemana saja? Oke! Dan selalu siap dibawa keluar kota oleh sang empunya.

Adalah Albert, sang pemilik Dodge Fargo 1957 merah yang dibantu sahabatnya Christoper Lee, dalam merancang konsep restorasi pikap ini. Boleh dibilang, restorasinya gokil.

Demi kenyamanan serta kepraktisan, Albert dan Chris rela mengorbankan sebuah mobil untuk dijadikan ‘tumbal’ bagi Fargo-nya.

Sebagai ‘korbannya’ adalah sebuah Toyota Kijang Innova 2005, yang diangkat bodinya hingga tersisa sasis, suspensi dan mesin. Jadi hanya bodi luar pakai Fargo, namun sisanya sudah ganti milik Kijang Innova. Itulah mengapa dinamakan Innofargo.

Ubahan ini pun sudah dipikir matang-matang. Panjang total sasis Innova yang 2,75 meter ini dirasa cocok dengan dimensi Fargo. Begitu juga dengan wheelbase dan wheel track Kijang Innova, yang ‘sebelas duabelas’ dengan dimensi Fargo.

Hasilnya, tak perlu lagi memotong, menambah daging, memajukan atau memundurkan wheelbase dan wheel track. Sehingga operasi pencangkokan bisa dilakukan lebih cepat dan tanpa ada perubahan berarti.

Pertama, kabin Fargo disandingkan dengan sasis Innova.

Dudukan untuk kabin, masih gunakan sepasang punya Innova. Sedangkan dudukan sasis belakang, posisinya diubah mengikuti bak Fargo. “Yang tadinya posisinya di luar, dibuat jadi di dalam sasis. Jadi pas dengan dudukan bak Fargo,” jelas Chris.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI