MotoGP putaran 1, Qatar, perlunya perhitungan matang

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 96/XXVII
22 Maret 2018

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 96/XXVII

H asil tes dan pengembangan yang dilakukan tim dan pembalap MotoGP terbilang ketat. Hasilnya, bisa dilihat pada gelaran perdana MotoGP di sirkuit Losail, Qatar (18/3).

OTOMOTIF
H asil tes dan pengembangan yang dilakukan tim dan pembalap MotoGP terbilang ketat. Hasilnya, bisa dilihat pada gelaran perdana MotoGP di sirkuit Losail, Qatar (18/3). Persaingan ketat tersebut justru terjadi di grup terdepan, sehingga menonjolkan aksi mendebarkan.

Lihat saja ada 10 pembalap bersaing di kelompok paling depan yang membuat kelas tertinggi ini seperti balapan Moto3. Sehingga, rapatnya persaingan membutuhkan perhitungan yang tepat. Pembalap tidak bisa asal saja untuk mengambil keputusan mendahului atau meninggalkan lawannya.

Jika asal mendahului, bisa berimbas tabrakan dan membahayakan pembalap lain. Tetapi jika terlalu lambat, jelas saja akan didahului pembalap di belakangnya. Hal ini terlihat pada Johann Zarco (Monster Yamaha Tech3) sejak awal. Dirinya memimpin 17 lap dari 22 lap yang harus dituntaskan.

Di sisa lima lap, ia dengan mudah didahului Andrea Dovizioso (Ducati Team), Marc Marquez (Repsol Honda Team), hingga Valentino Rossi (Movistar Yamaha MotoGP) di tikungan yang sama. Alasannya? Zarco terlalu memaksa meninggalkan lawanlawannya dan justru malah membuat bannya tergerus lebih awal.

Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Dovi dan Marquez yang sudah membuntutinya sejak masuk rombongan depan. Pembalap asal Italia dengan Ducati Desmosedici GP unggul di lintasan lurus dan dengan mudahnya mendahului Zarco saat ia tahu balapan menyisakan lima lap.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI