Kawasaki Ninja 250 2016, dolphin neo cafe racer

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 2/XXVIII
24 Mei 2018

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 2/XXVIII

Ingin cafe racer tapi tidak dengan bentuk klasik. / Foto : rizky

OTOMOTIF
Konsep cafe racer masih digandrungi pencinta modifikasi maupun modifikator Indonesia saat ini. Bahkan berkembang jadi neo cafe racer, yang mana tetap beraura ala balap dari cafe ke cafe zaman dulu di Eropa, tapi mengalami perkembangan bentuk. Konsep itu yang diterapkan rumah modifikasi Greyhead Customland, pada Kawasaki Ninja 250 milik Ricardo Suwardy yang asal Padang, Sumatera Barat. “Dia ingin cafe racer tapi tidak dengan bentuk klasik, jadilah neo cafe racer ini,” kata Hezi Satria punggawa Greyhead Customland.

Ubahan diawali dengan menanggalkan seluruh fairing dan bodi aslinya. Beberapa penyesuaian dilakukan Hezi dan tim untuk merealisasikan Ninja jadi beraliran neo cafe racer. “Subframe dipotong habis dan kita buat baru dengan ukuran lebih pendek untuk jok single seater,” terang modifikator yang bermarkas di Jl. Mushola Al-Arifah No. 41, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Selanjutnya bodi dibikin baru hasil rekayasa Hezi, bentuknya tampak nyeleneh karena menutupi seluruh bagian mesin dan sekilas menyatu sampai tangki, seakan kembali pakai fairing tapi terpotong hanya sampai belakang komstir, bagian suspensi depan tetap terbuka. Menurut Hezi itu yang menjadikannya disebut neo cafe racer, yang mana terbuat dari bahan fiberglass.

“Untuk tangki dibuat jadi agak panjang dari konsep neo biasanya,” kata Hezi yang menjuluki motor ini ‘Dolphin Racer’. Mirip lumba-lumba sih ya? Selanjutnya Hezi melakukan rombakan kaki-kaki, biar lebih kekar dan terjamin kekuatannya digunakan limbah motor gede. Mulai dari upside down mengandalkan Suzuki GSX-R600, sedang swing arm menggunakan kepunyaan Ducati S4Rs model pro arm yang diset jadi lebih panjang.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI