Rumah kolak, Bandung menjaga kualitas selama 21 tahun

Tabloid Saji - Edisi 355
15 Juni 2016

Tabloid Saji - Edisi 355

Kolak menjadi salah satu sajian khas di bulan Puasa. Begitu larisnya kolak hingga cukup banyak usaha kolak dadakan yang muncul setahun sekali. Namun ada satu kedai di Bandung yang sudah 21 tahun khusus menjajakan beragam kolak istimewa. Salah satunya kolak peuyeum yang wajib dicoba

Saji
Menjalankan usaha lebih dari 20 tahun membuat sosok Oyong Suryadi (64) tak ambil kompromi soal kualitas. Ia meyakini jika bahan-bahan berkualitas merupakan modal dasar untuk menghasilkan makanan enak. “Semua bahan di Rumah Kolak saat ini merupakan hasil perjalanan selama puluhan tahun, dan saya berupaya selalu memberikan yang terbaik,” urai pria ramah ini. Ketika memulai bisnis ini di tahun 1995 lalu, Oyong hanya berpikir sederhana. Kolak begitu ramai bermunculan selama Bulan Puasa. Setelah itu, kolak seperti terlupakan. Padahal ia yakin jika kolak tetap memiliki penggemar meskipun dijual di bulan lainnya. “Karena kolak ini jajanan tradisional yang mungkin sudah ratusan tahun ada di Indonesia, dan terbukti disukai hingga saat ini,” jelasnya.

Dugaannya benar. Ternyata kolak memiliki pasar sendiri meskipun tidak dijual saat Bulan Puasa. Namun konsekuensinya, kolak harus punya rasa istimewa. “Jadi bahan dan proses pembuatannya juga lebih diperhatikan, baik kualitas dan kebersihannya,” imbuh Oyong. BAHAN BERKUALITAS Misalnya untuk bahan utamanya, seperti gula aren, Oyong mengaku harus mendatangkan dari perajin gula aren dari Cianjur yang terkenal dengan produk gula aren yang harum dan pekat. “Selain bahan gula yang bagus, prosesnya pun menentukan hasil akhir kualitas saus gulanya,” tegasnya lagi.

Untuk membuat saus gula, Oyong membiarkan gula aren hingga meleleh di suhu ruangan, lalu dihaluskan dengan tambahan sedikit air, lalu menyaringnya dari kotoran yang ada di dalamnya “Padahal gula aren ini kualitas satu, tapi ketika disaring tetap masih ada kotoran,” urainya.

Setelah itu gula aren bisa digunakan untuk merebus bahan kolak. Di antaranya ada sagu ambon, hanjeli (barley), ubi jalar, kolang-kaling, pisang, labu parang, candil, singkong, hingga peuyeum alias tape singkong khas Bandung. Tentu saja setiap bahan dimasak sendiri-sendiri karena membutuhkan waktu berbeda-beda untuk membuat teksturnya menjadi empuk dan lembut.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI