Olahan ikan lele Al Fadh

Tabloid Saji - Edisi 408
21 Maret 2018

Tabloid Saji - Edisi 408

Menikmati sajian berbahan ikan, kini tak hanya sebatas digoreng, dipanggang, atau dibakar dengan olesan bumbu rempah saja. / Foto : DOK. PRIBADI

Saji
Menikmati sajian berbahan ikan, kini tak hanya sebatas digoreng, dipanggang, atau dibakar dengan olesan bumbu rempah saja. Di Boyolali, Jawa Timur, ada sekelompok wanita petani yang berinovasi mengolah ikan lele dengan cara berbeda, sehingga hasilnya terasa lebih nikmat. Salah satunya, memproduksi keripik dari kulit ikan lele.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Mulyo dari Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ikan lele bisa disulap menjadi berbagai olahan makanan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Sehingga dapat membantu pemasukan rumah tangga atau keluarga mereka.

“Awalnya, KWT hanya mengolah hasil pertanian saja. Kebetulan di tahun 2009 Pemerintah Desa Tanjungsari membuat program pengembangan kawasan agrowisata minapolitan dari Kampung Lele Sawit. Nah, sejak saat itu terbentuklah 12 kelompok pembudi daya ikan lele, yang mengelola sekitar 425 kolam lele,” kisah Eka Supriyatin, Ketua KWT.

Pada masa panen, ikan lele yang dihasilkan tentu sangat banyak jumlahnya. Namun sering kali ada sejumlah ikan yang tak terserap pasar, lantaran memiliki ukuran tubuh oversize alias sangat besar. Sehingga ikan lele yang terlalu besar tak bisa diterima pasar dan biasanya hanya dibagikan begitu saja kepada warga setempat.

Hal inilah yang kemudian membuat Eka terpikir untuk memanfaatkan peluang yang ada, dengan memanfaatkan ikan-ikan lele oversize tadi. “Dari keseluruhan hasil panen, ada sekitar 10-15 persen ikan lele yang pasti oversize. Dari situ, kami melihat ada peluang yang belum dimanfaatkan,” imbuh Eka.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI