Dapatkan tabloid digital Sinar Tani Rp. 6,500 atau berlangganan mulai Rp. 156,000
Baca halaman pratinjau melalui aplikasi myedisi reader
Edisi 3734
24 Halaman, Terbit 10 Januari 2018
Tabloid Mingguan

Budidaya Padi Zaman Now. Tantangan pembangunan pertanian ke depan semakin berat. Bukan hanya pertumbuhan penduduk terus meningkat.

Rp 1 Triliun untuk Benih Subsidi Tahun 2018 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tetap memberikan subsidi benih pada tahun ini. Dana sebanyak Rp 1 triliun untuk subsidi benih sudah tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Anggaran itu di antaranya akan didistribusikan kepada petani melalui program 1.000 desa mandiri benih. Hasil benih dari 1.000 desa mandiri benih tersebut akan dibagikan gratis kepada para petani. Dengan kata lain, para petani yang ikut program 1.000 desa mandiri benih, benih produksinya bisa akan dibeli untuk benih subsidi. Beberapa jenis benih yang disubsidi pemerintah pada tahun ini adalah benih padi untuk 3 juta hektar sawah, benih jagung untuk 4 juta hektar ladang, dan benih kedelai untuk 500 ribu hektar lahan.

Kementerian Pertanian berharap dengan adanya benih bersubsidi tersebut, produksi beberapa komoditas pertanian bisa meningkat signifikan. Produksi padi diharapkan bisa naik sampai menjadi 10 ton per ha. Produksi jagung bisa meningkat menjadi 8-10 ton per ha.

Pelibatan 1.000 desa mandiri benih yang tidak lain di dalamnya para petani, merupakan dinamika baru dalam subsidi benih. Yakni: keberadaan komunitas petani dalam desa mandiri benih menjadi diakui secara formal oleh pemerintah dalam proses bisnis benih, khususnya dalam penyediaan benih bersubsidi.

Kualitas benih bersubsidi tentu tetap harus menjadi perhatian pemerintah. Untuk ini program penyuluhan dan sertifikasi benih untuk 1.000 desa mandiri benih menjadi penting. Atau bisa juga ditempuh dengan memitrakan 1.000 desa mandiri benih dengan perusahaan BUMN atau Swasta produsen benih.

Kita berharap dinamika ini bisa melengkapi dan meningkatkan kinerja perbenihan nasional. Lebih dari itu, kita berharap ekonomi pedesaan akan lebih berkembang dan bergerak dengan adanya program subsidi benih.
Kita tahu, selama ini perusahaan benih tentu saja mereka harus bekerjasama atau bermitra dengan petani dalam memasok kebutuhan benih subsidi.

Namun dengan adanya program subsidi benih yang melibatkan 1.000 desa mandiri benih, maka secara formal keberadaan petani produsen benih semakin diperhitungkan. Bila memang usaha ini menguntungkan, maka bukan hal yang tidak mungkin akan lahir produsen benih berkualitas dari kalangan petani.
Sampul
Editorial : Pertanian Indonesia bangkit dengan modernisasi
Mimbar penyuluhan : Membangun kemitraan dalam usahatani dan pemasaran jeruk
Sorotan : Budidaya padi zaman now
     Inilah varietas padi spesifik lokasi
     Dengan dagger 200 SL, wereng coklat tuntas
Klinik tani : Pembangunan VOC tanpa pemanasan
Tani sukses : Ben Soegoro, dorong petani hasilkan gula semut kualitas ekspor
Agriwacana : Arti harapan bagi ilmuwan senior
Agri tokoh : Dr. Arif Satria SP, M.Si, regenerasi petani dengan pendidikan dan kepemimpinan
Horti : Swasembada Bawang Putih 2019, kuncinya perluasan areal dan benih unggul
     Menengok sentra kentang di Pangalengan
Ternak : Teknik IB pada ayam kampung
Nasional : Angka kemiskinan turun, sektor pangan peran utamanya
Prasarana dan sarana : Bebaskan lahan sawah dari banjir
     Optimalisasi peran brigade alsintan
Info UPSUS : Paradigma baru pembangunan pertanian
     Evaluasi Upsus 2017, raport tnam padi, hanya 10 daerah hitam
     Panen padi meluas di kabupaten Banyuasin
Pangan : Trik kelola lahan pasang surut
Agripenyuluhan : Geliat penyuluh
Nusantara : STPP cetak wirausahawan agribisnis
Tabloid Sinar Tani diterbitkan oleh PT. Duta Karya Swasta. Edisi perdana terbit pada tanggal 29 Agustus 1970 dengan nama “SINAR DJAJA”. Media ini terbit atas idealisme Prof. Dr. Ir. Tojib Hadiwijaya, Menteri Pertanian pada Kabinet Pembangunan I. Prof Toyib Hadiwijaya mempunyai keyakinan dan tekad bahwa untuk mendukung keberhasilan pembangunan pertanian saat itu, sangat diperlukan penyebarluasan informasi pertanian yang dapat menimbulkan partisipasi aktif para petani.

Sinar Tani fokus pada pertanian dan petani. Untuk memberi identitas khusus bahwa tabloid ini ditujukan khusus untuk petani sejak tanggal 2 April 1986 SINAR DJAJA berganti nama menjadi Sinar Tani sampai sekarang. Jadilah Sinar Tani merupakan pelopor dan media yang pertama kali sebagai jurnalistik dengan segmen khusus (segmented) pertanian. Suatu pemikiran futurologi, terbukti pada sekarang ini media jurnalistik dengan segmen khusus menjamur.

Hingga sekarang idealisme Sinar Tani tetap fokus memberikan pelayanan informasi untuk petani dan pertanian. Idealisme Sinar Tani masa kini tetap didasari dengan suatu keyakinan bahwa masyarakat tani di pedesaan dapat ditingkatkan kesejahteraannya melalui penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian lapangan. Maka Sinar Tani berperan aktif menyediakan informasi kebijaksanaan dan teknologi terkini kepada penyuluh (PNS, Petani dan Swasta) untuk diolah menjadi bahan penyuluhan kepada para petani secara cepat, tepat, cermat di seluruh penjuru tanah air dari Sabang hingga Merauke.
2018