Wiji Astrianto, pioner semangka dari tanah Riau

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3741
5 Maret 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3741

Wiji Astrianto. / Foto : Dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Wiji Astrianto atau yang akrab disapa Yanto, seorang petani semangka asal Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, berhasil mengubah kehidupannya lebih baik berkat semangka. Melihat semangka sebagai buah yang banyak digemari setiap orang, mendorong ia terjun menanam semangka.

Kepiawaian bercocok tanam semangka, pada awalnya dimulai di Benggala, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Sambil membuka lahan untuk perkebunan tanaman sawit, ia mencoba menanam semangka. Bagi Yanto, budidaya semangka termasuk gampang-gampang susah. “Semangka itu termasuk tanaman yang gampang dipelihara.

Tidak seperti melon dan timun suri yang perlu perkawinan manual dan membutuhkan pupuk khusus. Hanya penyiraman semangka memerlukan perhatian, sebab semangka tak tahan hujan,” ungkap Yanto. Namun ia mengingatkan, hal utama yang perlu diperhatikan adalah ketelitian memilih benih. Sebagian petani kerap menganggap remeh dalam memilih benih yang baik.

Yanto mengakui, pada awal menanam semangka kerap mengalami kegagalan. Namun dengan ketelatenannya merawat tanaman, akhirnya tanaman semangkanya tumbuh subur. Bahkan saat panen, tetangga sekitarnya berdatangan melihat hasil panen yang melimpah.

Di tengah kesuksesannya di Benggala, Yanto harus merantau ke daerah Bengkalis. Berbekal ilmu menanam semangka, Yanto lalu mencoba menggarap lahan barunya untuk menanam semangka. “Saya langsung uji coba tanam semangka. Dari 1.000 batang yang tertanam, bisa menghasilkan 6 ton buah semangka,” katanya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI