Maman Suparman, penyuluh swadaya wajib miliki 5 O

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3741
5 Maret 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3741

Maman Suparman. / Foto : Dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Menjadi penyuluh pertanian bukanlah suatu yang mudah, terlebih lagi bagi seorang penyuluh swadaya yang tidak berlatar belakang pen­didikan penyuluhan. Itulah yang dialami Maman Suparman, penyuluh swadaya asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Karena itu menurut Maman, seorang penyuluh swadaya ‘wajib’ memiliki 5 O yaitu Otot, Otak, Ongkos, Orang, dan Organisasi. O pertama adalah Otot. Artinya, penyuluh swadaya harus sehat jasmani rohani. O kedua Otak. Penyuluh wajib memiliki wawas­an pengetahuan dan visi misi.

Kemudian Ongkos. Ongkos adalah sebuah resiko penyuluh swadaya yang harus dikeluarkan ketika melakukan berbagai kegiatan. O keempat adalah Orang yang dikenal, mengenal wilayah dan tidak tercela. O kelima adalah Organisasi. Seorang penyu­luh swadaya harus memiliki mana­jemen organisasi. Dengan dasar itulah dipegang Maman sebagai penyuluh swadaya.

“Dengan berpegang prinsip itu, saya sekarang sudah bisa menuliskan gagasan, inovasi bahkan mengajarkannya kembali kepada orang lain tanpa pamrih dan selalu bahagia,” kata Maman kepada Sinar Tani di sela-sela Pengukuhan Pengurus DPP Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Maman mengakui, dirinya sebenarnya bukanlah orang yang berkecimpung di dunia pertanian, bahkan ia lebih banyak melakoni dunia kontraktor. Namun kecintaan­nya kepada pertanian mem­buatnya turun ke sawah menjadi petani murni. “Saya awalnya mendapat pelatihan dari penyuluh yang ada di daerahnya,” katanya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI