Ekspor jagung, catatan sejarah baru bangsa Indonesia

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3745
2 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3745

Bahkan dalam tiga bulan pertama tahun 2018, telah tiga kali ekspor jagung ke Filipina.

Sinar Tani
Setelah sekian lama menjadi importir jagung, bangsa Indonesia tahun 2018 mencatatkan sejarah baru menjadi eksportir jagung. Bahkan dalam tiga bulan pertama tahun 2018, telah tiga kali ekspor jagung ke Filipina. Pertama, ekspor jagung dari Gorontalo sebanyak 57.650 ton.

Kedua, Sulawesi Selatan 60.000 ton dari target masing-masing 100.000 ton. Ketiga, ekspor jagung dari Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ke Filipina sebanyak 11.500 ton dari target 100.000 ton. Ekspor jagung kali ini merupakan prestasi besar. Apalagi selama ini, bangsa Indonesia selalu menjadi langganan impor jagung.

Artinya, Kementerian Pertanian telah berhasil membalikkan keadaan dari bangsa yang selama ini impor, kini menjadi eksportir jagung. Pada tahun 2015 Indonesia masih mengimpor jagung 3,5 juta ton. Tapi melalui program Upaya Khusus (Upsus), produksi berhasil digenjot. Impor jagung tahun 2016 turun 62%. Bahkan pada tahun 2017 tidak ada impor jagung untuk pakan ternak.

“Kini 2018, kita mampu mengekspor jagung ratusan ribu ton. Seandainya tidak ada program Upaya Khusus, kita akan impor 4-5 juta ton,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Angka Ramalan (Aram) II BPS mencatat, produksi jagung tahun 2017 sebanyak 27,95 juta ton atau meningkat 18,53% dibanding tahun 2016 sebesar 23,58 juta ton. Tahun 2018 diperkirakan produksi jagung nasional sebesar 30 juta ton (Sasaran Kementan), atau naik 7,34%.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI