Embung untuk swasembada bawang putih

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3745
2 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3745

Dirjen PSP, Pending Dadih (dua dari kiri) bersama petani di Embung di Sembalun.

Sinar Tani
Swasembada bawang putih menjadi mimpi besar pemerintah. Sebab, selama ini kebutuhan bawang putih sebagian besar harus dipasok dari luar negeri alias impor. Tak ingin lagi tergantung dengan produk impor, Kementerian Pertanian pun mengibarkan bendera swasembada bawang putih.

Salah satu programnya adalah pengembangan kawasan bawang putih. Untuk program itu diperlu kan dukungan sarana dan prasarana, baik irigasi seperti embung dan perpipaan maupun infrastruktur jalan. Misalnya, di wilayah Sembalun Lombok Timur, NTB. Pemerintah telah menetapkan Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB menjadi salah satu lokasi pengembangan bawang putih.

Untuk mendukung upaya peningkatan produksi white diamond tersebut, pemerintah memberikan bantuan pembangunan embung. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengakui, wilayah Sembalun mempunyai potensi besar untuk pengembangan bawang putih. Sayangnya kendalanya di wilayah tersebut adalah ketersediaan air.

Berdasarkan hasil eksplorasi, ternyata terdapat areal yang cukup potensial di wilayah Sembalun untuk pengembangan bawang putih. Bahkan intensitas pertanaman bisa sampai 2-3 kali dalam satu tahun. Namun ketersediaan air di kawasan seperti ini memang terbatas.

“Berdasarkan hasil pengkajian tim teknis dari Ditjen PSP menemukan ada banyak titik yang bisa dikelola untuk mem-back up pengembangan bawang putih di Sembalun sebagai salah satu sentra nasional bawang putih,” tuturnya. Titik yang Ditjen PSP tangani yakni di Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang dan Desa Sajang. Wilayah tersebut merupakan sentra bawang putih yang pernah berjaya era 80-an hingga 90-an.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI