Semarak bertanam Jagung di penjuru tanah air

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3746
12 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3746

Bak gayung bersambut. Upaya pemerintah pusat menggenjot produksi jagung mendapat sambutan dari pemerintah daerah.

Sinar Tani
Bak gayung bersambut. Upaya pemerintah pusat menggenjot produksi jagung mendapat sambutan dari pemerintah daerah. Bahkan kini bangsa Indonesia mampu membalikkan keadaan dari negara importir menjadi eksportir jagung.

Ekspor perdana dilepas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dari provinsi yang selama ini memang terkenal sebagai produsen jagung yakni Gorontalo sebanyak 57.650 ton. Kedua, Sulawesi Selatan 60.000 ton. Ketiga, ekspor jagung dari Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ke Filipina sebanyak 11.500 ton.

Ekspor jagung kali ini merupakan prestasi besar. Apalagi selama ini, bangsa Indonesia selalu menjadi langganan impor jagung. Artinya, Kementerian Pertanian telah berhasil membalikkan keada an dari bangsa yang selama ini impor, menjadi eksportir jagung.

Daerah-daerah yang selama ini tak pernah dikenal sebagai produsen jagung pun mulai menggarap lahan untuk bertanam komoditas nomor dua setelah padi ini. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kabupaten yang berasal dari Kesultanan Berau ini kini menjadi produsen nomor wahid di provinsi yang terkenal dengan barang tambang batu bara ini. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Ibrahim mengatakan, pro duksi jagung setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Pada 2017, angka sementara produksi jagung mencapai 56 ribu ton. Dari jumlah tersebut 63%- nya atau 35 ribu ton merupakan hasil panen dari Kabupaten Berau. Produksi tersebut naik dibandingkan tahun 2016 yang hanya 22 ribu ton (15 ribu ton disumbang Berau). “Sekarang Berau berada di rangking satu sebagai produksi jagung di Kaltim,” katanya.

Pengembangan jagung ini disampaikan Ibrahim, tidak lepas dari peran para petani yang juga terus mendapat dukungan dari pelaku usaha. Untuk mendorong produksi jagung, Ibrahim mengatakan, pemerintah memberikan bantuan untuk luas tanam sebesar 5.500 ha.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI