Lubang biopori untuk efisiensi penggunaan pupuk organik

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3749
1 Mei 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3749

Disarankan sebaiknya menggunakan pupuk organik padat (kotoran kambing atau kompos) dan diaplikasikan setahun sekali. / Foto : dok Sinar Tani

Sinar Tani
Pertanyaan: Sebagai petani mangga saya memiliki masalah, setiap menabur pupuk organik di atas permukaan tanah, pasti pupuk akan terbuang karena terbawa aliran air. Tetapi ketika memberikannya dengan cara mencangkul, yang terjadi akar pohon mangga terkena cangkulan sehingga menimbulkan luka pada akar. Apakah ada cara yang efektif agar pupuk organik mampu terserap dengan baik? Mohon penjelasan Sinar Tani. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Suwanto, Probolinggo

Jawaban: Pemupukan dengan menggunakan cangkul pada tanaman yang berbatang kayu banyak menimbulkan kerusakan akar akibat terkena tebasan cangkul. Dengan banyaknya akar terluka, memudahkan tanaman terinfeksi berbagai penyakit seperti jamur dan bakteri melalui akar.

Penyuluh Pertanian Madya asal Buleleng, I Nyoman Sudrana memberi saran untuk menghindari kerusakan akar tanaman, sebaiknya dibuatkan lubang dengan diameter 10-15 cm menggunakan alat biopori di sekitar tajuk tanaman.

Lubangnya dinamakan lubang biopori. Membuat lubang biopori ini sebenarnya bisa menggunakan pipa besi, tapi harganya mahal. Jadi untuk menghemat biaya, membuatnya bisa menggunakan bambu. Alat biopori dari bambu ini tergolong mudah dibuat dan harganya murah karena kalau menggunakan pipa besi dibutuhkan biaya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. Tetapi kelemahannya bahan bambu cepat rusak.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI