Mendorong pengembangan PG di Indonesia Timur

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3759
16 Juli 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3759

Rapat dengan Sekjen. / Foto : Dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Tak lama lagi Kawasan Timur Indonesia (KTI) bakal memiliki pabrik gula yang terintegrasi dengan pembangkit listrik. Pabrik gula dengan kapasitas produksi 10 ribu ton/hari tersebut akan dibangun di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2020.

Nota kesepahaman (MoU) menyangkut pembangunan pabrik gula (PG) telah ditandatangani Direktur PT Hermes Indonesia, Parekat Vynat Shivanand dengan Bupati Kabupaten SBB, Muhammad Yasin Payapo disaksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro belum lama berselang.

Pabrik gula yang akan dibangun di Sumba Bagian Barat (SBB) adalah milik satu dari 17 investor pabrik gula yang sedang kami kembangkan pada tahun ini,” kata Syukur Iwantoro. Menurut Syukur, dari 17 investor pabrik gula itu, 10 perusahaan berupa investasi baru dan sisanya (7 pabrik) merupakan pabrik gula exiting (eks rafinasi).

Dari 17 perusahaan itu nilai investasinya sebesar RP 41,44 triliun dan bisa menyerap 284.475 tenaga kerja. Sedangkan luas lahan yang diperlukan sekitar 604.000 ha, dengan perkiraan tambahan produksi kurun 1-2 tahun ke depan sebanyak 2.325.000 ton/tahun.

Syukur menegaskan, untuk menggerakkan investasi di tanah air, Kementan akan memberikan kemudahan perizinan terhadap investor. ”Kami juga memberikan pendampingan dan informasi kepada investor terhadap sejumlah daerah yang punya potensi ekonomi cukup bagus,” ujar Syukur.

Pabrik gula yang akan dibangun di SBB, menurut Syukur, nantinya bisa memasok kebutuhan gula putih di KTI seperti di Maluku, Papua dan Sulawesi. Sisanya baru dijual ke Indonesia Bagian Barat. Sebab, selama ini kebutuhan gula masyarakat di KTI dipasok dari kawasan Barat.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI