Inilah cara menjaga kualitas bawang merah

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3763
13 Agustus 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3763

Bagi masyarakat, tampilan kesegaran dari komoditi buah dan sayur memang sangat diharapkan.

Sinar Tani
Mempertahankan kualitas dengan menjaga kesegaran bawang merah menjadi hal utama dalam pasca panen komoditas hortikultura tersebut. Selama ini petani kerap menghadapi kesulitan dalam penanganan pasca panen. Akibatnya, harga kerap jatuh saat panen raya.

Termasuk penanganan bawang merah saat panen musim hujan menjadi sebuah masalah tersendiri bagi petani. Apalagi, selama ini petani mengeringkan bawang merah dengan memanfaatkan sinar matahari. Kini ada teknologi untuk mempertahankan kualitas bawang merah.

Instore drying. Saat baru dipanen, kadar air (KA) umbi bawang sekitar 86-87%. Padahal untuk bisa disimpan lama dan tidak membusuk KA bawang merah harus mencapai 83%. Untuk menurunkan KA, caranya adalah dengan pengeringan.

Petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, misalnya, terbiasa mengeringkan di bawah sinar matahari. Namun saat musim hujan kegiatan tersebut akan sulit dilakukan. Sementara petani di Alam Panjang, Solok biasanya langsung menggantungkan bawang merah di rumah. Ketika musim hujan, proses pengeriangan akan cukup lama lebih dari 20 hari.

Untuk membantu petani bawang merah, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) sejak 2007 mengintroduksi alat pengering bernama instore drying. “Konsepnya bagaimana bawang merah cepat kering, tapi umbinya terjaga jangan sampai terlalu kering.

Kalau umbinya terlalu kering, isinya bisa kopong,” kata Ketua Kelompok Peneliti Fisiologi dan Penanganan Pascapanen Pertanian, BBPascapanen, Siti Mariana Widayanti. Dalam sistem ini ruangan diatur sesuai kondisi optimum untuk proses pengeringan dan penyimpanan bawang merah

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI