Jawa Barat, berpacu mengejar target LTT

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3767
18 September 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3767

Data Ditjen tanaman pangan, lahan tanaman pangan yang puso akibat kekeringan di Jawa Barat selama musim kemarau ini mencapai 1.819 ha.

Sinar Tani
Data Ditjen Tanaman Pangan, lahan tanaman pangan yang puso akibat kekeringan di Jawa Barat selama musim kemarau ini mencapai 1.819 ha. Bahkan ada sekitar 600 ha tanaman padi di Kecamatan Kandanghaur, Losarang dan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu yang puso.

“Biasanya menjelang panen modal petani sudah habis. Ini menjelang panen malah puso,” kata Ketua Penanggung jawab Upsus Pajale Jawa Barat, Banun Harpini.

Namun menurutnya jika dibandingkan dengan standing crop yang ada seluas 805.699 ha (padi 731.958 ha, jagung 35.603 ha, kedelai 38.138 ha), maka jumlah yang puso masih relatif kecil. Bahkan masih ada sekitar 117.301 ha lahan yang tersisa yang harus ditanami.

“Jika kita hitung menghitung persentasenya, puso 1.819 ha dibandingkan 805.699 ha standing crop, lalu dikali 100%, maka puso di Jabar hanya 0,225%. Kami menganggap dalam musim kemarau yang seperti ini, dengan puso 0,225% itu masih sangat wajar,” katanya.

Karena itu Banun yang kini masih menjabat Kepala Badan Karantina Pertanian ini menganggap, saat ini yang terpenting adalah bagaimana cara mempertahankan standing crop yang ada agar petani tetap bisa panen.

“Jadi selain menggerakkan luas tambah tanam, kita berupaya mempertahankan standing crop. Karena itu pendapatan utama petani,” katanya. Jawa Barat mendapat Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2018 sebesar 131.814 ha dari sebelumnya 96.499 ha pada 2017.

Namun pada 2018, Jabar memiliki potensi 564.492 ha. Namun dalam evaluasi Agustus, Jabar mendapat angka merah, karena LTT hingga Agustus hanya 101.475 ha atau kurang 15.972 ha dari periode 2017 yaitu 117.447.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI