Kepemimpinan di usia remaja

Majalah Womens Obsession - Edisi 09/2017
12 April 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 09/2017

Tujuannya agar anak mempunyai keberanian mengambil inisiatif. / Foto : Istimewa

Womens Obsession
Satu kasus yang sepertinya tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika seorang remaja berusia 18 tahun pernah berkonsultasi dengan pertanyaan, “Mengapa saya tidak bisa memilih?” Waktu itu saya menduga, remaja ini bingung memilih jurusan atau menentukan gadis yang dipacarinya.

Tetapi ternyata saya salah. “Aku selalu bingung ketika akan berangkat kuliah, karena tidak bisa memilih akan pakai baju apa. Bingung saat makan di restoran, sebab tidak bisa memilih mau makan apa,” begitu ujarnya. Ternyata untuk hal sederhana seperti itu saja, dia kesulitan untuk melewatinya, apalagi jika harus mengambil keputusan yang lebih kompleks.

Kepemimpinan disepakati bukan merupakan sifat bawaan yang terberi saat anak dilahirkan. Kepemimpinan pada hakikatnya adalah sekumpulan kompetensi yang dapat dikembangkan atau dilatih dengan perlakuan yang tepat (Sisk, D. A.,1993).

Kompetensi apa saja yang masuk ke dalam kepemimpinan, antara lain komunikasi, inisiatif, kemampuan merencanakan, pengambilan keputusan, fleksibilitas, empati, toleransi, dan kerja sama. Kapan kepemimpinan dapat mulai dikembangkan? Sikap tersebut sangat dapat dikembangkan sedini mungkin kepada anak-anak kita.

Misalnya, dibiasakan untuk mengerjakan semua aktivitas seperti makan, mandi, dan sebagainya secara mandiri. Itu salah satu cara mengandalkan dirinya sendiri, sehingga tumbuh rasa yakin pada kemampuan diri. Contoh lainnya, ketika kita membiasakan anak untuk mencoba ide hal-hal baru, tanpa dinilai atau disalahkan. Tujuannya agar anak mempunyai keberanian mengambil inisiatif.

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI