Mitos & fakta seputar minum air

Majalah Womens Obsession - Edisi 03/2016
16 April 2018

Majalah Womens Obsession - Edisi 03/2016

Manfaat air sebagai hidrasi yang baik sudah tentu tidak diragukan. Kata dehidrasi sudah sering terdengar, tetapi sejauh mana pemahaman kita tentang makna dehidrasi. / Foto : Istimewa

Womens Obsession
Manfaat air sebagai hidrasi yang baik sudah tentu tidak diragukan. Kata dehidrasi sudah sering terdengar, tetapi sejauh mana pemahaman kita tentang makna dehidrasi. Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah secangkir kopi atau teh dapat menggantikan air putih yang seharusnya kita minum sehari-hari?

Setiap orang perlu minum delapan gelas air sehari. Mitos. European Food Safety Authority (EFSA) merekomendasikan bahwa perempuan harus minum sekitar 1,6 liter cairan dan laki-laki 2 liter cairan per hari.

Sebenarnya cairan itu tidak selalu didapatkan dari air, sekitar 20% cairan diperoleh setiap hari melalui makanan seperti buah dan sayur. Namun, jumlah air yang dikonsumsi sebenarnya sangat tergantung pada aktivitas, usia, berat badan, dan jenis kelamin.

Haus adalah tanda dehidrasi. Mitos. Jika mulai merasa haus, maka memang harus minum air. Tetapi, rasa haus tidak selalu merupakan ukuran untuk mengetahui kebutuhan tubuh akan air. Ini terjadi ketika konsentrasi cairan dalam darah berkurang 2%, sedangkan sebagian besar ahli menentukan dehidrasi ketika konsentrasi cairan dalam darah berkurang lebih dari 5%.

Dehidrasi terjadi ketika seseorang kehilangan cairan lebih banyak daripada yang diminum (defisit cairan), sehingga tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsinya secara normal.

Minum air meningkatkan konsentrasi. Fakta. Karena 85% otak terdiri dari air. Dehidrasi dapat mempengaruhi konsentrasi dan bahkan memori jangka pendek.

Majalah Womens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI