Pesona mural Patrakomala

Majalah Idea - Edisi 180
27 April 2018

Majalah Idea - Edisi 180

kecantikan interior yang mengusung flora khas Bandung menjadi daya tarik dari restoran ini. / Foto : Christian Raphael

Idea
Bandung selalu memiliki magnet tersendiri yang membuat wisatawan berbondong ke kota ini. Tak hanya pemandangan alam yang memesona, Kota Bandung juga menyediakan berbagai tempat tongkrongan asyik dengan tampilan interior yang sedap dipandang mata. Salah satunya adalah Warung Limarasa yang berada di Jalan Braga. Di sini, pengunjung akan dimanjakan hiasan mural yang artistik.

Restoran garapan Yanuar Pratama Firdaus, arsitek dari Aaksen Responsible Architechture, ini memang tampak biasa kala dilihat dari luar. Namun, bila sudah masuk ke dalam Warung Limarasa, Anda akan terpukau dengan langit-langit kayu berhias muralnya. Yanuar bercerita, sebelumnya bangunan tersebut adalah kafe dengan interior bernuansa merah.

Lantaran kurang berkembang, restoran tersebut tutup, dan kini menjadi Warung Limarasa yang dikelola oleh Agit Bambang S. dari Agitama Group. Yanuar mengaku punya tantangan tersendiri ketika akan memulai renovasi bangunan ini. Ia mengatakan Warung Limarasa adalah bangunan yang termasuk dalam bangunan cagar budaya golongan A yang tidak bisa diubah atau dibongkar bentuk bangunannya, sebab mengandung nilai sejarah.

“Karena itu, saya hanya mempercantik tampilan dalamnya tanpa mengubah arsitektur asli bangunannya,” ucap Yanuar. Kecantikan interior resto ini hadir dengan hiasan mural bunga patrakomala bernuansa biru.

Menurut sang arsitek, pemilihan bunga patrakomala atau kembang merak (Caesalpinia pulcherrim) sebagai gambar mural di Warung Limarasa karena bunga tersebut merupakan bunga endemik kota Bandung. Selain itu, kehadiran mural bunga patrakomala pada dekorasi interior restoran ini bertujuan memperkuat identitas Bandung sebagai Kota Kembang.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI