Buku Komisi Pemberantasan Korupsi juga dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Kumpulan Komik dan Ilustrasi Anti Korupsi: Komik anti korupsi untuk umum

Kumpulan Komik dan Ilustrasi Anti Korupsi

Kami tak pernah letih dan kehabisan akal melawan korupsi. Itulah yang selalu kami gelorakan saat mengemban amanah dalam pemberantasan korupsi. Semua metode dan medium komunikasi akan kami gunakan. Beragam kalangan, mulai dari pelajar, pengusaha, kaum perempuan, birokrat, dan tak terkecuali seniman, juga telah kami rangkul agar tugas pemberantasan korupsi terasa lebih mudah. Inilah kolaborasi yang kami lakukan melalui Aksi Komik Untuk KPK (AKUKPK), yang menggandeng komunitas komik untuk menyuarakan perlawanan terhadap korupsi.

Sinergi ini dimulai sejak Juni 2017, saat KPK bersama LemariBukuBuku -sebuah komunitas yang bergerak untuk donasi buku dan juga wadah para illustratormulai mengkompilasi komik dan ilustrasi grafis bertema AKU KPK - Aksi Komik untuk KPK 5 antikorupsi. Kegiatan yang berlangsung secara online ini berhasil mengumpulkan 30 komik dan ilustrasi grafis karya para ilustrator muda berusia 18-26 tahun dari berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan “AKUKPK” tidak hanya sekadar menjadi simbol dan jargon. AKUKPK adalah sebuah identitas dan perasaan in group setiap kita untuk ‘menjadi KPK’ yang memiliki tugas pemberantasan korupsi dalam skala dan lingkup apapun. Bahwa AKUKPK adalah sebuah tafsiran yang memaknai bahwa perang terhadap korupsi adalah kewajiban setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Dan perang suci itu, kalau boleh disebut demikian, harus dilakukan pada semua medan, termasuk melalui karya seni berupa komik/grafis itu sendiri.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: KPK

Penerbit: Komisi Pemberantasan Korupsi
Terbit: Januari 2015, 72 Halaman

Ikhtisar

Kami tak pernah letih dan kehabisan akal melawan korupsi. Itulah yang selalu kami gelorakan saat mengemban amanah dalam pemberantasan korupsi. Semua metode dan medium komunikasi akan kami gunakan. Beragam kalangan, mulai dari pelajar, pengusaha, kaum perempuan, birokrat, dan tak terkecuali seniman, juga telah kami rangkul agar tugas pemberantasan korupsi terasa lebih mudah. Inilah kolaborasi yang kami lakukan melalui Aksi Komik Untuk KPK (AKUKPK), yang menggandeng komunitas komik untuk menyuarakan perlawanan terhadap korupsi.

Sinergi ini dimulai sejak Juni 2017, saat KPK bersama LemariBukuBuku -sebuah komunitas yang bergerak untuk donasi buku dan juga wadah para illustratormulai mengkompilasi komik dan ilustrasi grafis bertema AKU KPK - Aksi Komik untuk KPK 5 antikorupsi. Kegiatan yang berlangsung secara online ini berhasil mengumpulkan 30 komik dan ilustrasi grafis karya para ilustrator muda berusia 18-26 tahun dari berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan “AKUKPK” tidak hanya sekadar menjadi simbol dan jargon. AKUKPK adalah sebuah identitas dan perasaan in group setiap kita untuk ‘menjadi KPK’ yang memiliki tugas pemberantasan korupsi dalam skala dan lingkup apapun. Bahwa AKUKPK adalah sebuah tafsiran yang memaknai bahwa perang terhadap korupsi adalah kewajiban setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Dan perang suci itu, kalau boleh disebut demikian, harus dilakukan pada semua medan, termasuk melalui karya seni berupa komik/grafis itu sendiri.

Pendahuluan / Prolog

AKU, KPK dan AKUKPK
Kami tak pernah letih dan kehabisan akal melawan korupsi. Itulah yang selalu kami gelorakan saat mengemban amanah dalam pemberantasan korupsi. Semua metode dan medium komunikasi akan kami gunakan. Beragam kalangan, mulai dari pelajar, pengusaha, kaum perempuan, birokrat, dan tak terkecuali seniman, juga telah kami rangkul agar tugas pemberantasan korupsi terasa lebih mudah.

Inilah kolaborasi yang kami lakukan melalui Aksi Komik Untuk KPK (AKUKPK), yang menggandeng komunitas komik untuk menyuarakan perlawanan terhadap korupsi. Sinergi ini dimulai sejak Juni 2017, saat KPK bersama LemariBukuBuku -sebuah komunitas yang bergerak untuk donasi buku dan juga wadah para illustratormulai mengkompilasi komik dan ilustrasi grafis bertema antikorupsi. Kegiatan yang berlangsung secara online ini berhasil mengumpulkan 30 komik dan ilustrasi grafis karya para ilustrator muda berusia 18-26 tahun dari berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan “AKUKPK” tidak hanya sekadar menjadi simbol dan jargon. AKUKPK adalah sebuah identitas dan perasaan in group setiap kita untuk ‘menjadi KPK’ yang memiliki tugas pemberantasan korupsi dalam skala dan lingkup apapun. Bahwa AKUKPK adalah sebuah tafsiran yang memaknai bahwa perang terhadap korupsi adalah kewajiban setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Dan perang suci itu, kalau boleh disebut demikian, harus dilakukan pada semua medan, termasuk melalui karya seni berupa komik/grafis itu sendiri.

Dalam kesempatan ini pula, izinkan saya berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah bersinergi dan menjadi bagian dari pemberantasan korupsi itu sendiri.

Antara lain, Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI). KPK dan Pakarti telah beberapa kali bekerja sama dalam kegiatan-kegiatan kreatif dalam upaya pencegahan korupsi. Beritagar, sebagai salah satu media online yang juga memiliki agenda mengawal pemberantasan korupsi melalui sajian laporan dan analisa data yang dikemas dalam grafis dan komik yang menarik sehingga mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, kami berharap, tidak hanya dapat menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai antikorupsi, melainkan juga mendorong kreativitas dan kepedulian masyarakat dalam memerangi korupsi, sekaligus memperluas dukungan publik dalam membangung gerakan antikorupsi. Bukankah sekumpulan lidi –yang kemudian disebut sapu lidi- akan jauh lebih berguna daripada sebatang lidi?

Laode M Syarif
Wakil Ketua KPK

Daftar Isi

Sampul
AKU, KPK dan AKUKPK
Kontributor
Ketika korupsi itu berawal dari hal kecil, korupsi maeman
Uang pelicin naik kelas guru
Mahasiswa kurang gaul, by Tatmojo
Oleh-oleh dari korea
Korupsi waktu
Angkringan
Dana " Liburan", oleh Dhimas
Jam karet
Jangan membiasakan korupsi, oleh Novian Dwiputra
Kuliah praktikum korupsi disekitar kita
Korupsi waktu
Mainan baru
Ini hak-ku
Si paltak dalam korupsi waktu
Tersangka karuptor menang pilkada
Lempar uang sembunyi tangan, kisah OTT Patrialis Akbar
Rompi percaya diri
Lemari buku-buku